AT THE SAME TIME part 2
author : ifdo clouds
main cast;
kwon yuri
Kai
im yoona
choi siwon
support cast : others
genre : romance,friendship, family and hardness
@Pukul, 6.35 Am
yuri dan kai keluar dari mobil bersamaan, kai meraih tangan yuri, menggandengnya dengan mesra. Yuri hanya tersenyum kecil kemudian mereka melangkah bersama masuk ke area sekolah. Tiba tiba langkah yuri terhenti, kai ikut berhenti ia bingung, yuri menahan tangisnya melihat siwon dan yoona bercanda ria di depan kelas. Kai melihat kearah pandangan yuri, ia pun mengerti.
“yuri, kau tidak apa apa kan?!” tanya kai memastikan. Yuri diam, ia seolah tak mendengar pertanyaan kai karena masih fokus kepada dua insan yang tak jauh dari mereka.
“yuri...” kai mengguncang tubuh yuri. Yuri menoleh kearah kai seketika.
“maaf,” ujar yuri seraya menunduk, kai tersenyum lirih.
“tak apa apa. Ayo..” kai menuntun yuri berjalan menghampiri siwon dan yoona, yuri hanya diam mengikutinya.
“hallo, sunbae...” sapa kai kepada siwon dan yoona sembari terus menggenggam tangan yuri. Siwon dan yoona meoleh padanya, mereka jadi salah tingkah, terutama yoona yang merasa sangat bersalah.
“eoh, iya.” Sahut siwon, yoona memandang yuri.
“sunbae, kalian pasti sudah kenal kan? Dia yuri.”
“tentu, dia sahabatku,” jawab yoona tersenyum tak nyaman, yuri menatapnya sinis.
“tck! Begitu yah, sahabat.” Kata kai dengan nada mengejek,
“Dia yeojachinguku.” Kata kai lagi, yoona dan siwon kaget, begitu pula dengan yuri, ia tak tau apa maksud dengan mengatakan bahwa dia adalah kekasihnya.
“kai...”
“ayo... ku rasa sudah cukup.” Seru kai beranjak pergi bersama yuri meninggalkan yoona yang merasa heran.
“sejak kapan mereka dekat?” tanya siwon
“aku tidak tau kalau yuri dekat dengan pria lain selain dirimu.” Balas yoona.
@kelas XII A
Yuri melepaskan genggaman kai, ia menatap kai dengan tajam. Kai malah tersenyum manis dengan tampang innocentnya. Yuri malah membalasnya dengan senyum sinis.
“kenapa?”
“tck! Kau ini lucu sekali. Kenapa kau mengatakan bahwa aku pacarmu,huh?! Apa maksudmu?!” tanya yuri sedikit berteriak.
“maaf, tapi aku hanya ingin memberi pelajaran pada mereka. Terutama siwon sunbae yang mencampakan dirimu begitu saja.” Jawab kai, membuat yuri semakin menatapnya dengan tajam.
“setidaknya kau harus menunjukan kau bisa lebih bahagia tanpa mereka.” Kai meyakinkan yuri, yuri menunduk seketika, bulir bening mengalir begitu saja di pipinya, membuat kai merasa bersalah.
“kau tak perlu ikut campur kai.” Seru yuri berlari menuju taman belakang sekolah.
“yuri~ah...” panggil kai mengejar yuri.
@taman belakang
yuri duduk disebuah kursi,ia terisak disana merutuki nasibnya yg menyedihkan. Ia merasa tak berguna, ia bahkan tak bisa menjaga keluarga dan pacarnya hingga mudah saja orang lain bisa menggantikan posisinya di hati orang orang yang dicintainya. Menurutnya ini tidak adil, kenapa nasibnya harus sekeras ini?! Kenapa gadis sepertinya harus kehilangan orang orang yang disayangi saat ia beranjak dewasa? Padahal ia masih berusia 18 th. Ia belum siap hidup sendiri sementara mereka hidup bahagia tanpa memikirkan yuri yang kesepian walau kenyataanya mereka masih ada di sekitar yuri.
“ini menyedihkan, aku menyedihkan.” Keluh yuri sembari terisak.
“tidak, kau masih memiliki aku, aku akan selalu bersamamu apa pun yang terjadi. Aku akan menerimamu apa adanya, aku akan selalu menemanimu saat kau tua kelak dan kita akan hidup bahagia bersama. Tak peduli apa pun keadaannya, kau tetap bidadariku.” Kata kai, membuat yuri semakin terisak. Kai mendekat dan memeluk tubuh yuri, ia merasakan getaran tubuh yuri yang tengah menangis.
“setiap tetes air matamu adalah kesedihanku, tersenyumlah yuri, aku hanya ingin melihatmu tersenyum.” Tambah kai sembari menghapus air mata yuri dengan ibu jarinya, yuri memeluk kai dengan erat, ia kembali menangis.
“kai... terima kasih. Aku....”
“yuri, ingatlah bahwa didunia ini kau tak sendiri. aku ada selalu untukmu. Saranghae.” Kai membalas pelukan yuri,mengelus punggung yuri dengan lembut.
“terima kasih kai. Terima kasih.” Yuri melepaskan pelukannya, ia tersenyum manis pada namja tampan dihadapanya, kai membalas senyumannya.
“baiklah, sekarang kita harus kekelas. Ini sudah waktunya belajar.” Ajak kai sembari menggandeng lengan yuri dengan mesra, yuri mengangguk senang. Mereka meninggalkan tempat itu bersama sama.
@di kelas
yoona duduk di sebelah yuri, sebenarnya ia merasa takut, perasaan bersalahnya kepada yuri membuatnya enggan berbicara sedikit pun kepada sahabatnya itu, tapi... jika dibiarkan terus seperti ini, masalah diantara mereka tak kunjung selesai. Yoona menoleh perlahan kearah yuri yang tengah fokus memyimak penjelasan dari guru di depan mereka. Dengan segala keberaniannya yoona menyentuh tangan yuri yang tengah memegang sebuah pulpen. Merasa disentuh oleh seseorang, yuri menoleh kesamping. Sebuah senyuman manis menyambutnya dengan hangat.
“yuri... sejak kapan kau dekat dengan kai?” tanya yoona sok akrab,mereka memang akrab tap itu dulu sebelum yoona merebut semua milik yuri. Yuri menyingkirkan tangan yoona dengan kasar.
“jangan sok akrab!” gertak yuri berbisik, yoona menatapnya.
“kau... masih marah?” tanya yoona, yuri menatapnya sinis.
“itu pertanyaan bodoh! “ jawab yuri menahan kesalnya.
“yul, aku... aku minta maaf.” Kata yoona, yuri diam tak peduli dengan semua kata kata yoona terhadapnya.
“yul, aku sungguh sungguh minta maaf, apa yang harus aku lakukan untuk menebus semua salahku padamu? Ku mohon yul.” Mohon yoona dengan tulus, namun ada sedikit rasa terpaksa dalam dirinya saaat mengingat wajah siwon, ia tidak ingin yuri merebut siwon darinya, tidak. Bukan merebut tapi memang harus kembali pada siwon.
“ish! Berisik tau!” seru yuri beranjak ke meja belakang tanpa menghiraukan permohonan yoona tadi. Yoona hanya menunduk lesu, air matanya berlinang menahan sedih dan rasa bersalah yang tak bisa ia hilangkan.
90 menit kemudian, pelajaran pun berakhir, yuri keluar dari kelas dengan semua buku yang ada ditangannya, tadi sebelum guru keluar, guru itu meminta bantuan yuri untuk membawa semua buku tugas teman temannya ke kantor. Karena terburu buru ia tak sengaja menabrak seseorang hingga semua buku berserakan dilantai. Yuri segera berlutut untuk merapihkan buku, ia tak peduli dengan seseorang yang ditabrakna tadi.
“ku bantu.” Kata orangitu, yuri mendongak sejenak, ia diam melihat orang yang kini jongkok dihadapannya sekarang, orang itu ternyata siwon.
“tak perlu.” Kata yuri ketus sembari terus merai buku buku itu
“aku tahu kau marah, aku memang salah.” Kata siwon membantu yuri merapikan buku bukuitu.
“...”
“aku minta maaf, tapi jangan jauhi yoona,dia sahabatmu yuri.” Tambah siwon,yuri menatapnya sinis.
“sahabat?!” balas yuri sinis, ia merebut buku buku dari tangan siwon dengan kasar lalu berdiri tegak, siwon ikut berdiri.
“katakan pada kekasihmu itu, jangan ganggu aku lagi. Dan maaf aku tak mengenal kalian.terima kasih.” Ujar yuri beranjak meninggalkan siwon yang terdiam mendengar ucapannya tadi. Ia tak menyangka sifat yuri berubah 360 derajat dari yuri yang dulu, yuri yang selalu memperhatikan perasaan orang lain, yuri yang menyayangi sahabatnya yoona, yuri yang lembut dan selalu tersenyum setiap kali bertemu dengannya. Terbesit perasaan bersalah yang begitu besar kepada gadis itu,siwon lah yang mengubah semua kehidupan yuri, merubah seorang gadis yang selalu tulus menjadi gadis yang penuh kebencian dan keegoisan dalam dirinya.
“mianhae yuri~ah, semua ini salahku.” Gumam siwon penuh penyesalan dalam dirinya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Yuri berdiri disamping mobil kai, sang punya mobil belum juga muncul. Yuri beberapa kali melirik jamnya, ia sudah menunggu kai sejak pukul 1 jam yang lalu.
“kai... kau dimana?” tanya yuri sedikit cemas. Beberapa temannya lewat dan yuri bertanya dengan mereka namun tak ada satupun yang melihat kai.
“aish... kemana dia??” cemas yuri, ia pun memutuskan untuk menyusul kai kekelasnya. Tiba di kelas kai, disana sepi tak ada seorang pun. Ia makin cemas dan mencari keruangan lain.
“aku tau kai, kau menyukaiku bukan yuri.” Kata seorang gadis menghimpit tubuh kai didinding kelas, kai menatap wajah gadis yang sekarang berada dekat dengannya. Kai menelan air ludahnya berusha mengontrol dirinya agar tidak terpancing.
“bisa kau jauhi aku? Disini sesak.” Pinta kai pada gadis itu.
“kenapa? Bukankah kau suka posisi seperti ini? Kita sangat dekat dan tidak ada yang melihat kita disini.” Jawab gadis itu sembari menyeringai buas, kai memalingkan pandangannya.
“kai... aku menyukaimu dari dulu. Kenapa malah memilih yuri? Dia tidak memiliki apa pun yang kau inginkan, dia miskin dan kau tahukan, sahabat dan kekasihnya saja menjauhinya.” Jelas gadis itu membuat kai panas mendengarnya, kai segera mendorong tubuh gadis itu agar menjauh darinya.gadis itu tercengang melihat sikap kai.
“kenapa?”
“dengar yah! Yuri adalah bagian dariku, jadi jangan berusaha merusak semuanya, dia tetap gadis pujaanku, mereka saja yang bodoh karena melukai hati yuri, tapi aku... aku kim jong in, tidak akan pernah melukai gadisku.” Balas kai dengan hati yang mantap, gadis itu tersenyum sinis, ia melihat yuri berdiri didepan pintu, dengan cepat gadis itu menarik kerah kemeja kai dan mencium bibir kai dengan paksa,yuri terdiam melihat itu.
“heeennntttiikaaan.” Desah kai tertahan,ia menjambak rambut sang gadis dan mendorong tubuh gadis itu, kai menoleh kebelakang, ia kaget melihat yuri yang berdiri mematung dengan berlinang air mata, yuri berbalik pergi kai mengejarnya.
“haha... kena kalian!” tawa gadis itu puas.
to be continue

