Rabu, 23 April 2014

AT THE SAME TIME (part 2)



 AT THE SAME TIME part 2
author : ifdo clouds

main cast; 
kwon yuri
Kai

im yoona
choi siwon


support cast : others
genre : romance,friendship, family and hardness

@Pukul, 6.35 Am
yuri dan kai keluar dari mobil bersamaan, kai meraih tangan yuri, menggandengnya dengan mesra. Yuri hanya tersenyum kecil kemudian mereka melangkah bersama masuk ke area sekolah. Tiba tiba langkah yuri terhenti, kai ikut berhenti ia bingung, yuri menahan tangisnya melihat siwon dan yoona bercanda ria di depan kelas. Kai melihat kearah pandangan yuri, ia pun mengerti.
“yuri, kau tidak apa apa kan?!” tanya kai memastikan. Yuri diam, ia seolah tak mendengar pertanyaan kai karena masih fokus kepada dua insan yang tak jauh dari mereka.
“yuri...” kai mengguncang tubuh yuri. Yuri menoleh kearah kai seketika.
“maaf,” ujar yuri seraya menunduk, kai tersenyum lirih.
“tak apa apa. Ayo..” kai menuntun yuri berjalan menghampiri siwon dan yoona, yuri hanya diam mengikutinya.
“hallo, sunbae...” sapa kai kepada siwon dan yoona sembari terus menggenggam tangan yuri. Siwon dan yoona meoleh padanya, mereka jadi salah tingkah, terutama yoona yang merasa sangat bersalah.
“eoh, iya.” Sahut siwon, yoona memandang yuri.
“sunbae, kalian pasti sudah kenal kan? Dia yuri.”
“tentu, dia sahabatku,” jawab yoona tersenyum tak nyaman, yuri menatapnya sinis.
“tck! Begitu yah, sahabat.” Kata kai dengan nada mengejek,
“Dia yeojachinguku.” Kata kai lagi, yoona dan siwon kaget, begitu pula dengan yuri, ia tak tau apa maksud dengan mengatakan bahwa dia adalah kekasihnya.
“kai...” 
“ayo... ku rasa sudah cukup.” Seru kai beranjak pergi bersama yuri meninggalkan yoona yang merasa heran.
“sejak kapan mereka dekat?” tanya siwon
“aku tidak tau kalau yuri dekat dengan pria lain selain dirimu.” Balas yoona.
@kelas XII A
Yuri melepaskan genggaman kai, ia menatap kai dengan tajam. Kai malah tersenyum manis dengan tampang innocentnya. Yuri malah membalasnya dengan senyum sinis.
“kenapa?”
“tck! Kau ini lucu sekali. Kenapa kau mengatakan bahwa aku pacarmu,huh?! Apa maksudmu?!” tanya yuri sedikit berteriak.
“maaf, tapi aku hanya ingin memberi pelajaran pada mereka. Terutama siwon sunbae yang mencampakan dirimu begitu saja.” Jawab kai, membuat yuri semakin menatapnya dengan tajam.
“setidaknya kau harus menunjukan kau bisa lebih bahagia tanpa mereka.” Kai meyakinkan yuri, yuri menunduk seketika, bulir bening mengalir begitu saja di pipinya, membuat kai merasa bersalah.
“kau tak perlu ikut campur kai.” Seru yuri berlari menuju taman belakang sekolah.
“yuri~ah...” panggil kai mengejar yuri.

@taman belakang 
yuri duduk disebuah kursi,ia terisak disana merutuki nasibnya yg menyedihkan. Ia merasa tak berguna, ia bahkan tak bisa menjaga keluarga dan pacarnya hingga mudah saja orang lain bisa menggantikan posisinya di hati orang orang yang dicintainya. Menurutnya ini tidak adil, kenapa nasibnya harus sekeras ini?! Kenapa gadis sepertinya harus kehilangan orang orang yang disayangi saat ia beranjak dewasa? Padahal ia masih berusia 18 th. Ia belum siap hidup sendiri sementara mereka hidup bahagia tanpa memikirkan yuri yang kesepian walau kenyataanya mereka masih ada di sekitar yuri.

“ini menyedihkan, aku menyedihkan.” Keluh yuri sembari terisak.

“tidak, kau masih memiliki aku, aku akan selalu bersamamu apa pun yang terjadi. Aku akan menerimamu apa adanya, aku akan selalu menemanimu saat kau tua kelak dan kita akan hidup bahagia bersama. Tak peduli apa pun keadaannya, kau tetap bidadariku.” Kata kai, membuat yuri semakin terisak. Kai mendekat dan memeluk tubuh yuri, ia merasakan getaran tubuh yuri yang tengah menangis.

“setiap tetes air matamu adalah kesedihanku, tersenyumlah yuri, aku hanya ingin melihatmu tersenyum.” Tambah kai sembari menghapus air mata yuri dengan ibu jarinya, yuri memeluk kai dengan erat, ia kembali menangis.
“kai... terima kasih. Aku....”
“yuri, ingatlah bahwa didunia ini kau tak sendiri. aku ada selalu untukmu. Saranghae.” Kai membalas pelukan yuri,mengelus punggung yuri dengan lembut.
“terima kasih kai. Terima kasih.” Yuri melepaskan pelukannya, ia tersenyum manis pada namja tampan dihadapanya, kai membalas senyumannya.
“baiklah, sekarang kita harus kekelas. Ini sudah waktunya belajar.” Ajak kai sembari menggandeng lengan yuri dengan mesra, yuri mengangguk senang. Mereka meninggalkan tempat itu bersama sama.

@di kelas

yoona duduk di sebelah yuri, sebenarnya ia merasa takut, perasaan bersalahnya kepada yuri membuatnya enggan berbicara sedikit pun kepada sahabatnya itu, tapi... jika dibiarkan terus seperti ini, masalah diantara mereka tak kunjung selesai. Yoona menoleh perlahan kearah yuri yang tengah fokus memyimak penjelasan dari guru di depan mereka. Dengan segala keberaniannya yoona menyentuh tangan yuri yang tengah memegang sebuah pulpen. Merasa disentuh oleh seseorang, yuri menoleh kesamping. Sebuah senyuman manis menyambutnya dengan hangat.
“yuri... sejak kapan kau dekat dengan kai?” tanya yoona sok akrab,mereka memang akrab tap itu dulu sebelum yoona merebut semua milik yuri. Yuri menyingkirkan tangan yoona dengan kasar.
“jangan sok akrab!” gertak yuri berbisik, yoona menatapnya.
“kau... masih marah?” tanya yoona, yuri menatapnya sinis.
“itu pertanyaan bodoh! “ jawab yuri menahan kesalnya.
“yul, aku... aku minta maaf.” Kata yoona, yuri diam tak peduli dengan semua kata kata yoona terhadapnya.
“yul, aku sungguh sungguh minta maaf, apa yang harus aku lakukan untuk menebus semua salahku padamu? Ku mohon yul.” Mohon yoona dengan tulus, namun ada sedikit rasa terpaksa dalam dirinya saaat mengingat wajah siwon, ia tidak ingin yuri merebut siwon darinya, tidak. Bukan merebut tapi memang harus kembali pada siwon.
“ish! Berisik tau!” seru yuri beranjak ke meja belakang tanpa menghiraukan permohonan yoona tadi. Yoona hanya menunduk lesu, air matanya berlinang menahan sedih dan rasa bersalah yang tak bisa ia hilangkan.
90 menit kemudian, pelajaran pun berakhir, yuri keluar dari kelas dengan semua buku yang ada ditangannya, tadi sebelum guru keluar, guru itu meminta bantuan yuri untuk membawa semua buku tugas teman temannya ke kantor. Karena terburu buru ia tak sengaja menabrak seseorang hingga semua buku berserakan dilantai. Yuri segera berlutut untuk merapihkan buku, ia tak peduli dengan seseorang yang ditabrakna tadi.
“ku bantu.” Kata orangitu, yuri mendongak sejenak, ia diam melihat orang yang kini jongkok dihadapannya sekarang, orang itu ternyata siwon.
“tak perlu.” Kata yuri ketus sembari terus merai buku buku itu
“aku tahu kau marah, aku memang salah.” Kata siwon membantu yuri merapikan buku bukuitu.
“...”
“aku minta maaf, tapi jangan jauhi yoona,dia sahabatmu yuri.” Tambah siwon,yuri menatapnya sinis.
“sahabat?!” balas yuri sinis, ia merebut buku buku dari tangan siwon dengan kasar lalu berdiri tegak, siwon ikut berdiri.
“katakan pada kekasihmu itu, jangan ganggu aku lagi. Dan maaf aku tak mengenal kalian.terima kasih.” Ujar yuri beranjak meninggalkan siwon yang terdiam mendengar ucapannya tadi. Ia tak menyangka sifat yuri berubah 360 derajat dari yuri yang dulu, yuri yang selalu memperhatikan perasaan orang lain, yuri yang menyayangi sahabatnya yoona, yuri yang lembut dan selalu tersenyum setiap kali bertemu dengannya. Terbesit perasaan bersalah yang begitu besar kepada gadis itu,siwon lah yang mengubah semua kehidupan yuri, merubah seorang gadis yang selalu tulus menjadi gadis yang penuh kebencian dan keegoisan dalam dirinya.
“mianhae yuri~ah, semua ini salahku.” Gumam siwon penuh penyesalan dalam dirinya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Yuri berdiri disamping mobil kai, sang punya mobil belum juga muncul. Yuri beberapa kali melirik jamnya, ia sudah menunggu kai sejak pukul 1 jam yang lalu. 
“kai... kau dimana?” tanya yuri sedikit cemas. Beberapa temannya lewat dan yuri bertanya dengan mereka namun tak ada satupun yang melihat kai.
“aish... kemana dia??” cemas yuri, ia pun memutuskan untuk menyusul kai kekelasnya. Tiba di kelas kai, disana sepi tak ada seorang pun. Ia makin cemas dan mencari keruangan lain.

“aku tau kai, kau menyukaiku bukan yuri.” Kata seorang gadis menghimpit tubuh kai didinding kelas, kai menatap wajah gadis yang sekarang berada dekat dengannya. Kai menelan air ludahnya berusha mengontrol dirinya agar tidak terpancing.
“bisa kau jauhi aku? Disini sesak.” Pinta kai pada gadis itu.
“kenapa? Bukankah kau suka posisi seperti ini? Kita sangat dekat dan tidak ada yang melihat kita disini.” Jawab gadis itu sembari menyeringai buas, kai memalingkan pandangannya.
“kai... aku menyukaimu dari dulu. Kenapa malah memilih yuri? Dia tidak memiliki apa pun yang kau inginkan, dia miskin dan kau tahukan, sahabat dan kekasihnya saja menjauhinya.” Jelas gadis itu membuat kai panas mendengarnya, kai segera mendorong tubuh gadis itu agar menjauh darinya.gadis itu tercengang melihat sikap kai.
“kenapa?”
“dengar yah! Yuri adalah bagian dariku, jadi jangan berusaha merusak semuanya, dia tetap gadis pujaanku, mereka saja yang bodoh karena melukai hati yuri, tapi aku... aku kim jong in, tidak akan pernah melukai gadisku.” Balas kai dengan hati yang mantap, gadis itu tersenyum sinis, ia melihat yuri berdiri didepan pintu, dengan cepat gadis itu menarik kerah kemeja kai dan mencium bibir kai dengan paksa,yuri terdiam melihat itu. 
“heeennntttiikaaan.” Desah kai tertahan,ia menjambak rambut sang gadis dan mendorong tubuh gadis itu, kai menoleh kebelakang, ia kaget melihat yuri yang berdiri mematung dengan berlinang air mata, yuri berbalik pergi kai mengejarnya.
“haha... kena kalian!” tawa gadis itu puas.

to be continue

AT THE SAME TIME (part 1)


AT THE SAME TIME
author : ifdo clouds

main cast;
 
kwon yuri
Kai
 
im yoona
choi siwon


support cast : others
genre : romance,friendship, family and hardness


Suatu kesalahan bisa terulang kembali tanpa disadari,
Seseorang yang memberi keterbatasannya kepada orang lain yang mungkin dia lebih memilih untuk membantu kita.
Sahabat, 
Bagaimana jika kesalahan itu mereka yang melakukannya,
Dan mereka juga yang berusaha memberi semua yang kita butuhkan dengan semua keterbatasan yang mereka miliki.

“ jangan pernah bicara dan menemuiku lagi!” bentak seorang gadis dengan begitu kesal, ia berdiri dari duduknya. “ mulai saat ini dimana pun kita berada bersikaplah seolah kau tak mengenaliku!” lanjut gadis itu lagi lalu berbalik meninggalkan seorang gadis yang menangis. 
Gadis yang menangis itu menatap sahabatnya yang berlalu meninggalkannya yang masih berlinang air mata.
“ yuri~!!!” seru gadis yang menangis itu memanggil sahabatnya,kemudian ia berlari mengejar gadis yang dimaksud.
“ yuri... ku mohon dengar dulu, kau tak bisa seperti ini padaku, sungguh aku tak sejahat itu.” Seru gadis itu menyergah lengan yuri yang terpaksa berhenti karena di tarik oleh gadis tadi.
“ kau siapa? Maaf jangan menganggu, aku sedang sibuk.” Kata yuri ketus.
Gadis itu menatap yuri dengan lirih, ia tak menyangka secepat itu sikap yuri berubah acuh tah acuh padanya” aku mohon maaf. Tolong jangan seperti ini padaku, aku tahu kau pasti marah dan kesal, aku tahu watakmu, sikapmu seperti ini hanya kesal saja padaku kan?!” kata gadis itu mencoba meyakinkan diri sendiri atas sikap yuri yang kurang menyenangkan tadi.
“ maaf, aku sibuk.” Jawab yuri sedingin mungkin kemudian berbalik pergi meninggalkan gadis itu.
“aish! Dasar yoona bodoh! Kenapa kau berulah lagi,huh?!” gumam yoona pelan, mengutuk diri sendiri.
“aku tau, kau pasti akan kembali, kau hanya kesal padaku.” Hibur yoona pada dirinya sendiri. ia berjalan menuju gerbang sekolahnya. Disana ia bertemu dengan seorang namja tampan yang tersenyum manis padanya, yoona semakin dekat dengan namja itu seketika ia melayangkan sebuah tamparan keras padanya.
“yoona~ah.” Kata namja itu kaget, ia menatap yoona dengan bingungnya, sementara yoona menatap tajam padanya.
“puaaaaaaaaaaas?!!! Sekarang aku kehilangan sahabatku gara gara dirimu!” teriak yoona dengan kesal. Namja itu menatap yoona dgn perasaan bersalah, ia sekarang mengerti dan tak marah kepada yoona, karena memang dia tak salah dalam hal ini.
“yuri?! Dia marah padamu?! Maaf.” Bujuk namja itu seraya memeluk yoona dengan erat. Yoona langsung menangis dalam dekapannya, namja itu mengelus lembut rambut yoona.
“maaf, mungkin yuri tidak mengerti situasi sebenarnya, aku yakin dia akan memahami semuanya dan kau tenang saja dia pasti akan kembali padamu. Aku janji.” Namja itu meyakinkan yoona.
“sungguh?” tanya yoona
“iya, tentu.” Jawab namja itu dengan yakin. Disudut lain, yuri menyaksikan peristiwa itu, kini hatinya bertambah sakit melihat sahabat dan kekasihnya berpelukan,tidak dia bukan kekasihnya lagi namun mantan kekasihnya karena mereka sudah putus sejak kemarin dan ternyata kekasihnya itu mencintai sahabatnya, yoona.
“baguslah, ini sangat menyebalkan, kalian ternyata benar benar membuat aku hancur. Siwon! Kau sangat brengsek! Dan kau yoona, kau sangat picik! Aku benci kalian berdua!” yuri berbalik meninggalkan tempatnya karena ia tak sanggup lagi melihat 2 insan yang menghianatinya.

@kamar yuri
ia membenamkan wajahnya di sebuah bantal. Peristiwa di sekolah tadi masih berputar di otaknya seperti sebuah film yang dipercepat. Ia menarik rambutnya frustasi. Sedetik kemudian ia bangkit dan duduk didepan meja rias, menatap pantulan dirinya dicermin, sangat menyedihkan.
“perlukah aku berubah seperti yoona untuk mendapatkan pria yang lebih tampan dari siwon?! Perlukah aku menghianati sahabatku sendiri?!” gumamnya sendiri, kmudian ia menunjukan senyum sinis pada pantulannya dicermin.
“tidak! Aku bukan mereka! Aku kwon yuri.” Bantahnya dengan air mata yang berlinang, ia menunduk lemas seketika.
“aku memang yuri, aku yuri. Aku gadis lemah yang selalu kalah dalam hal apa pun dari yoona. “ia meruntuki dirinya sendiri.
“bahkan ayah dan ibuku lebih menyayangi yoona dari dirimu yuri, anak kandungnya. “ air mata yuri semakin deras.


@rumah yoona
“eomma, aku mau kerumah yuri dulu. Bolehkan?!” izin yoona pada ibunya, ibunya tersenyum kemudian mengangguk.
“hati hati sayang.” Ujar ibu yoona, yoona mencium pipi ibunya sebelum keluar dari ruang tamu. Ia berharap yuri akan mendengarnya dan mau mengerti bahwa dirinya dan siwon memang saling mencintai.
sesampainya dirumah yuri, gadis cantik ini disambut hangat oleh ibu yuri.
“yoona, duduklah, eomma akan buatkan kau jus apel.” Kata eomma yuri begitu manis pada yoona, yoona sudah menganggap ibu yuri sebagai ibunya juga, begitu pula sebaliknya dengan ibu yuri yang menganggap yoona sebagai anak kandungnya bahkan melebihi dari yuri.
“terima kasih eomma, yuri mana?” tanya yoona
“och, dia ada dikamar. Masuk saja nanti eomma antarkan jusnya kesana.” Ibu yuri berjalan masuk ke dapur, sementara yoona pergi ke kamar yuri.
“ yuri~ boleh aku masuk?!” tanya yoona tepat didepan pintu kamar yuri. Yuri terdiam sejenak.
‘tck! Tidak tau malu!’ umpat yuri kesal dalam hati. Ia memandang pintu yang masih tertutup dengan tajam, sedetik kemudian dia berjalan kearah pintu itu lalu membuka pintu, yoona tersenyum manis kemudian memeluk sahabatnya itu.
“terima kasih yuri, aku tau kau pasti bisa mengerti aku, kau hanya kesal saja padaku dan aku harus menjelaskan semuanya padamu tentang hubungan kami.” Ujar yoona kemudian melepaskan pelukannya, yuri memasang senyum semanis mungkin, namun dalam hatinya betapa ia memendam rasa sakit dan ingin sekali mengusir yoona dari hadapannya sekarang.
“masuklah,” seru yuri mempersilahkan yoona masuk ke kamarnya. Mereka duduk diatas kasur.
“yuri, aku minta maaf. Maafkan aku,” kata yoona penuh penyesalan. Yuri menggenggam tangan yoona lalu senyuman manis muncul dibibirnya.
“iya, lupakan saja. Mungkin kau lebih pantas untuknya.” Jawab yuri
“tidak, tidak seperti itu. Tapi kami saling menyukai. Jujur yuri sebelum kau pacaran dengan siwon, aku sudah menyukai siwon, namun aku mundur, setelah aku tahu bahwa siwon juga menyukaiku, jadi kami pacaran diam diam. Maaf yuri.” Jelas yoona dengan jujur. *DEG* hati yuri sakit seperti tertusuk belati kemudian  disayat  sayat oleh belati itu. Ia terdiam sejenak.
“maaf yuri, maafkan aku. Aku benar benar minta maaf, tolong jangan jauhi aku yuri. Aku tak bisa jauh dari dirimu.” Balas yoona, tulus dari hatinya.
“benarkah begitu? Kau tak bisa jauh dariku?!” tanya yuri memastikan. Yoona mengangguk mantap.
“lalu bagaimana jika kau jauh dari siwon demi aku? Bisa?!” tanya yuri, yoona diam tercekat. Ia bingung karena siwon adalah pria idaman yang selalu ada dihatinya namun yuri adalah sahabatnya, selalu ada dimana pun yoona berada,disaat duka atau pun senang.
“tidak bisakan?!” 
“aku...”
“aku sudah tau jawabanya, jadi semua kata katamu tadi untukku tidak benar, kau bohong. Kau boleh pergi sekarang dari kamarku.” Ujar yuri mengusir yoona secara halus. Yoona menatap yuri bingung.
“yuri~ah, maafkan aku, aku...”
“pergi!!!! Jangan temui aku lagi!” bentak yuri mengusir yoona, yoona kaget sketika langsung berdiri dari duduknya, ia masih menatap yuri. 
“pergi!!! Aku tak butuh penghianat sepertimu!!! Aku ...” *plaaak* sebuah tamparan keras dari eomma yuri, yoona kaget sembari menutup mulut dengan kedua tangannya, ibu yuri menatap yuri dengan tajam. Yuri terdiam.
“beraninya kau mengusir yoona! Apa hakmu huh?! Ini rumah eomma!” bentak eomma yuri, yuri menatap yoona dan ibunya bergantian.
“eomma.” Kata yoona masih kaget.
“tidak ada yang boleh mengusir yoona dari rumah ini, dia bagian dari eomma!” kata ibu yuri lagi, yuri menatapnya bingung.
“maksud eomma?!” yuri bingung
“eomma lebih menyayangi yoona dari pada dirimu yuri, kau tak bisa diandalkan.” Hardik ibu yuri, membuat tubuh yuri lemas seketika, namun ia tetap bertahan, sebuah seringai muncul dari wajah yuri.
“ jadi maksud eomma, aku yang harus pergi?” ibu yuri tak menjawab namun memaingkan wajahnya dari yuri. Yuri menatap yoona tajam sebelum ia melangkahkan kaki keluar dari kamarnya.
“yuri~ah,” seru yoona mengejar yuri.
“yuri tunggu, maafkan eomma, dia tak mengusirmu. Jangan pergi.” Sergah yoona, membuat langkah yuri terhenti,yuri menatapnya.
“eomma? Tck! Kalian menyebalkan.” Yuri menghempaskan tangan yoona dengan kasar. Yoona menangis, tak lama kemudian ibu yuri datang mendekati yoona lalu memeluk yoona penuh sayang. 

@ditepi jalan
yuri menangis tiada henti, ia terkatung katung dijalan, karena dia tak punya tempat tinggal lain, ia benar benar sedih dan kecewa dengan semua orang orang yang ia sayangi, terutama ibu,siwon dan yoona, mereka tega berkhianat kepada yuri, membuat hidup yuri menderita lahir dan batin.
“Tuhan, apa salahku? Kanapa hidupku seperti ini? Aku harus kemana?” keluh yuri kebingungan,ia duduk di pinggir jalan sembari terus menangis. 5 menit kemudian sebuah mobil berhenti didepan yuri,yuri tak menyadari itu, sang pemilik mobil keluar dari mobilnya, mendekati yuri dengan membungkuk mensejajarkan tubuh mereka.
“yuri,” panggil namja yang kini ada dihadapan yuri, mendengar namanya dipanggil, yuri mendongak dengan air mata yang masih mengalir.
“kai...” yuri kaget, kai tersenyum manis kemudian tangannya menghapus air mata yuri.
“bisa ikut denganku? Aku tak suka kau bersedih seperti ini. Aku benci melihat air matamu.” Kata kai, membuat yuri tercengang. Kai lagi lagi tersenyum lalu lengan kekarnya memeluk tubuh yuri, mengelus punggung yuri dengan lembut.
“kai, kenapa kau disini?” tanya yuri bingung. Kai tak menjawab ia hanya membantu yuri bangkit kemudian menuntnnya masuk kemobil.

@rumah kai
yuri terdiam, sementara kai tengah sibuk menyiapkan air hangat untuk yuri mandi. Beberapa menit setelah semuanya selesai ia segera menemui yuri lagi.
“kai.. kau sedang apa?” tanya yuri
“mandi dulu, setelah itu kau makan dan kita harus bicara.” Jawab kai, yuri hanya menurut saja. Entah kenapa ia tak menolah perintah kai, ia sepeti dihipnotis oleh tatapan kai, tatapan damai yang diberikan oleh junior disekolahnya itu. 

# pukul,07;45 PM#
yuri berdiri dibalkon atas, melihat pemandangan malam dari atas, ia tersenyum bahagia, ia belum pernah merasa senyaman ini dengan siapa pun. Tiba tiba sepasang lengan kekar melingkar di pinggangnya, kai meletakan dagunya diatas pundak yuri, yuri terdiam kaget namun tak menolaknya lagi.
“wah, sepertinya bidadariku ini sedang sibuk sendiri yah,” kata kai, membuat yuri tersimpu dan tak mampu untuk menoleh kesamping. Yuri bingung dengan keadaannya sekarang.
“kai, apa yang kau lakukan?!” tanya yuri muali gugup. Kai tak menggubrisnya, ia masih saja memeluk yuri.
“aku sudah lama mencintaimu, hanya kau gadis yang aku inginkan,“ jujur kai, membuat yuri tercekat.
“apa maksudmu?”
“yuri, kau masih punya aku, aku yang akan selalu ada untukmu.” Kata kai meyakinkan yuri. Yuri masih terdiam, namun ia mengerti hanya saja ini terlalu cepat, ia memilih untuk diam.
“sudah malam, kau tidurlah, besok kita pergi sekolah sama sama.” Seru kai melepaskan pelukannya, yuri menahan tangan kai agar tetap memeluk dirinya.
“kai, jangan pergi. Aku butuh kau sekarang.” Kata yuri membuat kai tersenyum senang, ia semakin erat memeluk yuri. 

to be continue

Kamis, 09 Januari 2014

my FF

WHO IS BETTER?!
# Apartement siwon #
Seorang gadis tersenyum manis menatap sebuah foto yang terpajang di atas meja, ia mengusap wajah seorang pria yang  terdapat di dalam foto tersebut.
“ sayang, jangan terlalu  berlebihan. Itu hanya foto.” Ujar seorang pria yang muncul tiba- tiba kemudian memeluk tubuh gadis itu dari belakang.
” Hehe... aku sangat mnyukai foto ini.” Kata gadis itu. “ kenapa kau sibuk dengan foto itu, kan ada yang aslinya, choi yuri.” Kata sang pria sembari menarik lengan gadis yang di panggil choi yuri.
“hei... ! jangan mengganti margaku seenaknya! Namaku kwon yuri !” protes yuri seraya mengerecutkan bibirnya yang membuat pria bermarga choi itu terkekeh geli dan semakin gemas.
“bukankah, sebentar lagi kau akan menjadi nyonya choi,hm?!” balas pria bernama choi siwon, kini giliran yuri yang terkekeh mendengarnya.
“ jangan bercanda,lalu bagaimana dengan yoona? Dasar playboy!” seru yuri sembari mencubit lengan siwon yang berotot.
 “aku tak peduli lagi padanya!” jawab siwon dengan nada sinis, tampaknya ia sangat benci kepada gadis bernama yoona.
 “ maaf, maafkan aku siwon,” kata yuri dengan lembut, ia mengecup pipi siwon sekilas dan di jawab anggukan pelan dari siwon.
 # next day #
Di sebuah hypermart,
“ aku mau susu coklat !” seru yuri meraih sekaleng susu coklat dari sebuah rak yang dipenuhi berbagai merek susu kaleng.
 “ tidak. lebih enak rasa strawberry.” Sahut pria disebelahnya yang bertugas mendorong keranjang belanjaan mereka.
“ coklat saja!” yuri bersikukuh,pria itu bedecak kesal.
”tck! strawberry saja.”
“kyu!” pekik yuri, “ cho yuri, menurutlah pada calon suamimu ini.” Balas pria yang di Panggil kyu tadi.
“ hei...! cho kyuhyun ! aku adalah kwon yuri, jangan mengganti marga dan namaku seenaknya !” protes yuri sebal,kyuhyun terkekeh geli.
“ haha... aku suka,baiklah kita beli keduanya saja.” Usul kyuhyun, yuri mengangguk setuju. Kyuhyun medorong keranjangnya menuju kasir  diikuti oleh yuri dari belakang.
Tiba  - tiba yuri melihat sosok pria yang sangat ia kenal, pria itu tampak sibuk memilih buah apel, yuri melihat sekeliling pria itu dan ternyata pria itu hanya sendiri. Yuri menunduk sejenak, terbesit perasaan bersalah di hatinya terhadap pria itu.
“kyu, kau duluan langsung ke mobil. Ada yang ingin aku beli lagi.” Seru yuri belari menjauh dari kyuhyun.
 “ oppa~” sapa yuri yang kini sudah berada di sebelah pria yang sedang memilih beberapa buah apel.
 “ kau sendiri saja ?!” tanya yuri dengan ragu, pria itu menoleh kemudian tersenyum.
 “ iya,” jawabnya singkat. Yuri ikut memilih beberapa buah lalu di letakan di dalam keranjang milik pria yang dipanggil oppa olehnya tadi.
“ yesung oppa, maafkan aku.”  Ujar yuri, membuat pria bernama yesung itu mengerutkan kulit keningnya.
 “ kenapa minta maaf? Aku tahu resikonya.” Balas yesung dengan senyum tulus. “oppa, kau membuatku semakinmerasa bersalah. Walau bagaimana pun, aku tetap harus mengatakan ini, maafkan aku, aku sungguh minta maaf.” Kata yuri.
“ apa dengan kata maaf, kau bisa kembali seperti dulu? Menjadi yuri’ku seutuhnya?”  balas yesung, yuri terdiam. Kemudian yesung mendorong keranjangnya menuju meja kasir. Sementara yuri masih terdiam, semua yang yesung tanyakan tadi tak bisa ia jawab, perasaannya semakin tertekan.
# tempat parkir#
Yuri masuk ke dalam mobil mewah berwarna hitam,kyuhyun memperhatikan wajah  yuri yang tampak sedih dan bingung. “ kau baik – baik saja kan?” tanya kyuhyun sedikit khawtir, yuri mengagguk pelan kemudian tersenyum  tipis. Kyuhyun ikut tersenyum lalu ia menyalakan mobilnya kemudian melaju kan mobil mewahnya ke jalan raya.
# rumah keluarga kim #
Yesung, seorang pria yang sangat baik,dewasa dan sangat mencintai seorang gadis bernama kwon yuri. Saat ini yesung sedang duduk di pinggir kolam ikan yang terletak dibelakang rumahnya. Ia hanya tinggal sendiri karena kedua orang tuanya menetap di tokyo, jepang.
“ bagaimana pun dirimu,aku akan  tetap mencintaimu, walau aku sakit, tapi aku tak akan membiarkanmu mengalami sakit hati yang sekarang aku rasakan, datanglah padaku saat kau butuh diriku, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu, kwon yuri.” Tutur yesung sembari  meneteskan air matanya,ia menggenggam baju di bagian dadanya, walau terasa sesak disana, ia akan tetap mempertahankan hubungan itu.
#pukul, 02.00 pm#
“ yuri kau memang model yang profesional.” Puji donghae sembari melihat hasil pemotretan foto – foto yuri yang di ambil tadi.
“ terima kasih, ini berkat kerja kerasmu juga.” Balas yuri sembari tersenyum.
“ sayang, kalau sudah selesai kita makan yuk?” ajak siwon, manja.
“ siwon, sesi berikutnya kau dipasangkan dengan yoona.” Seru donghae mengatur kameranya, siwon mendesah berat, yuri mendekati siwon dan tersenyum lembut pada siwon.
“ tenanglah yuri,aku akan tetap jadi milikmu. Aku tak akan  tertarik kepada gadis seperti dia.” Ujar siwon sembari merangkul pundak yuri, yuri tertawa kecil.
“cha~! Aku mengkhawatirkanmu, siwon oppa. Bersikap baiklah padanya.” Balas yuri kemudian berbalik menuju sebuah kursi. Seorang gadis cantik datang ia segera berdiri di sebelah siwon.
“ ok. Yoona silahkan menghadap siwon, letakan tangan kirimu di pundak kanan siwon dan siwon lingkarkan lenganmu di pinggang yoona, kalian harus terlihat mesra.” Donghae mengarahkan para modelnya. Kedua insan itu segera berpose sesuai instruksi.yuri tersnyum getir melihat mereka.
Drrrrtt.... drrrtt...
Yuri meraih ponselnya yang sudah menerima 1 pesan masuk dari kyuhyun.
From : kyunie oppa
03.10.2012 02:20 pm
“ yuri, aku tunggu kau di apartementmu pukul 4, hari ini.”
Beberapa menit kemudian pesan masuk untuk kyuhyun dari yuri, kyuhyun segera membuka dan membacanya.
From : cho yuri is mine
“iya, kyu.”
Kyuhyun berdecak kesal setelah membaca pesan tersebut kemudian ia membalas pesan itu.
From : kyunie oppa
“hei...! panggil aku oppa!”
Yuri tertawa kecil membaca pesan itu,kemudian ia pun membalasnya lagi.
From : cho yuri is mine
“hehe..., iya kyu. Eh salah. Maaf oppa.”
‘....’
From : kyunie oppa
“terserahlah. Jangan sampai terlambat, jika kau terlambat, kau harus menciumku 10 kali!”
Yuri tertawa pelan setelah membaca pesan itu, tapi ia tak membalasnya karena siwon sudah selesai melakukan pemotretan.
” Ayo, aku lapar.” Ajak siwon.
“oppa,bisa bicara sebentar?” yoona menatap yuri dengan penuh harap, Yuri tersenyum tipis, berbalik keluar dari ruangan tanpa minta persetujuan dari siwon. Kini mereka hanya berdua karena yang lain juga sudah keluar, siwon mendelik sebal.
“ apa?! Cepatlah bicara aku sedang sibuk.” Kata siwon dengan dinginnya. Yoona tersenyum getir.
“ oppa, maafkan aku. Aku memang salah.”
“sudahlah, jangan bicara hal itu lagi, aku sudah memiliki yuri. Gadis yang lebih dari segalaya.” Ujar siwon berbalik  menjauhi yoona,yoona segera menyergah lengan siwon kemudian memeluk tubuhnya dari belakang.
“ oppa, maafkan aku. aku sungguh menyesal.” Air mata yoona mengalir membasahi kemeja siwon.
“ yoona, sudah jangan menangis.” Siwon melepaskan pelukan yoona lalu berbalik menghadap yoona, menghapus air mata gadis yang menangis dihadapannya.
“ lupakan saja.” Kata siwon tersenyum tipis.
“ oppa,tak bisakah kau kembali lagi pdaku? Aku... aku mencintaimu, sangat mencintaimu.” Tutur yoona penuh harap, siwon menatapnya dengan lembut dengan perasaan bersalah ia menggelengkan kepala lalu berbalik pergi meninggalkan yoona, sementara yoona menunduk sembari menangis.
# di sebuah restoran jepang#
Yuri memperhatikan wajah tampan siwon,pria itu tampak bingung. Perlahan yuri menyentuh tangan siwon, membuat siwon melihat kearahya.
“ ada apa?” tanya yuri dengan lembut.
 “ tidak. Teruskan saja makannya.” Jawab siwon sembari tersenyum tipis.
“ sepertinya oppa sedang bingung, jika oppa masih menyukainya katakan saja padaku, aku akan baik – baik saja.” Ujar yuri yang berhasil membuat siwon menatap tajam padanya.
 “ apa maksudmu?! Sama sekali aku tak pernah berpikir seperti itu. Aku hanya milikmu, yuri. Aku tak peduli dengan gadis lain!” kata siwon dengan tegas, membuat yuri terdiam.
“ maaf, tapi tolong jangan bicara sepert itu lagi. Karena aku sungguh mencintaimu, yuri.” Terang siwon, yuri memandangnya sembari tersenyum tipis, merasa bersalah. Bayangan wajah yesung dan kyuhyun menghampirinya, ia sungguh bingung meghadapi kisah cintanya.
# pukul 03:45 pm#
Yuri membuka pintu apartementnya, begitu pintu itu terbuka, yuri langsung disambut oleh semyuman manis dari kyuhyun.
 “ oppa, kau sudah ada disini?!” kyuhyun tersenyum.
 “ aku harus lebih cepat darimu. Kau lelah?” tanya kyuhyun sembari merangkul pinggang yuri yang ramping.
 “ sedikit. Ada apa?” kini  yuri yang bertanya, ia melingkarkan kedua tangannya dileher kyuhyun.
 “ aki rindu padamu. Oh iya, minggu depan aku akan pergi ke paris, ikutlah bersamaku.” Kata kyuhyun, Yuri diam.
“ kau bisa ikut kan?” kyuhyun memastikan.
“ aku beri jawaban besok.” Jawab yuri sembari melepaskan pelukan kyuhyun kemudian berbalik menuju kamar mandi.
“ pokoknya aku tak mau ada penolakn apapun!” pekik kyuhyun, yuri berdecak sembari tersenyum mendengarnya, namun ia memilih diam  tanpa menjawab. Sementara kyuhyun menyalakan televisi di depan sofa yang ia duduki.
#next day#
“ oppa~”
“hm~”
“minggu depan, apa aku boleh pergi ke paris?”
“boleh.”
“benarkah?!”
“iya...”
“oppa, kenapa tidak bertanya, aku pergi dengan siapa? Pulangnya kapan dan...”
“untuk apa bertanya lagi,aku tahu dengan siapa kau pergi, aku tak akan melarangmu,”
“oppa...”
“yuri, aku ingin kau selalu bahgia, jadi lakukan apa saja yang bisa membuatmu bahagia.” Tutur yesung sembari mengelus rambut indah yuri.
“ aku ... aku minta maaf.”
“ jangan minta maaf, jika kau terus melakukannya.” Yuri menunduk lesu mendengarnya. Yesung menyentuh tangan yuri dengan lembut, membuat yuri mendongak menatapnya.
“ jangan minta maaf lagi yuri,karena selama napasku ini masih ada, aku akan selalu memaafkanmu.” Tutur yesung sembari tersenyum manis, sangat tulus hingga membuat yuri meneteskan air mata.
 “ kenapa menangis? Apa aku salah?” tanya yesung sedikit panik,yuri menggeleng pelan.
“maaf oppa,kau terlalu baik.” Jawabb yuri, yesung tersenyum lagi. Yuri merangkul pinggang yesung,menyandarkan kepalanya di atas pundak pria yang begitu mencintainya.
# next day#
# apartement siwon, pukul 08:15 am#
Siwon duduk di sofa, ia tengah membaca sebuah komik lucu,tawa renyah keluar begitu saja dari mulutnya.” Hahaha..bodoh! haha..” tawa siwon makin membesar.
Ting..tong...
Suara bel pintu menghentika aktivitasnya, ia menoleh ke arah pintu,berjalan kesana kemudian membuka pintu. Siwon membulatkan matanya ketika melihat seorang gadis cantik berdiri di depan pintu.
“ada apa?!” tanya siwon,dingin. Yoona mengedarkan pandangan ke ruangan kosong didepannya,kemudian masuk tanpa permisi kepada sang pemilik ruangan itu. Sementara siwon melongo melihat sikap kurang ajar  yoona.
“yoona, jangan masuk seenaknya ke apartementku.!” Seru siwon sebal, ia menarik lengan yoona dan membawanya ke pintu depan.
“oppa, sakit! Jangan kasar begitu. Setidaknya biarkan aku masuk dan minum teh dulu, aku ini tamu.” Balas yoona tak kalah sebalnya terhadap siwon, ia berjalan melewati siwon yang tercengang mendengar ucapannya barusan. Yoona tak peduli,ia memilih duduk di sofa menghadap TV, sementara siwon menghela napas berat  dan pasrah.
“ baiklah,terserah padamu.” Kata siwon ikut duduk di sebelah yoona
“oppa, aku mau teh apel.” Pinta yoona manja.siwon berdecak sebal.
“tak ada. Aku tak pernah membelinya lagi, yang ada hanya susu coklat. Itu pun milik my only girl is CHOI YURI.” Jawab siwon menekan kalimat pada bagian kata CHOI YURI.yang berhasil membuat yoona mendelik kesal.
“ ya sudah, kalau begitu teh biasa saja.” Pinta yoona dongkol, siwon beranjak menuju dapur.
Beberpa menit kemudian, siwon datang membawa segelas teh untuk yoona. Ia meletakan gelas itu di atas meja tepat di depan yoona.
“ oppa, yuri tidak kemari?”
“tidak. Kenapa?” jawab siwon cuek
“ aish... oppa~ah, apa kau membenciku? Bukankah oppa sudah memaafkan aku?” tanya yoona lagi, siwon tampak tersenyum namun tidak tulus.
“ senyum palsu!” celetuk yoona, siwon diam tanpa ekspresi.
“ oppa~ah, coba kau  pikirkan lagi, aku masih sangat mencintaimu.”  Ujar yoona sembari mendekatkan diri kepada siwon
“ begitukah? Tapi aku sudah memiliki yuri. Dia sangat berarti.” Jawab siwon membuat yoona menunduk lesu.
“ baiklah, aku mengerti.” Kata yoona seraya berdiri, ia berbalik hendak pergi namun tiba- tiba siwon menahan lengannya, memutar tubuh gadis itu hingga berbalik lagi ke arahnya, yoona kaget
“ maafkan aku, aku tak bisa kembali dan tak bisa jadi apa yang  kau inginkan, ku harap kau bisa mengerti dan mau menerima semuanya.” Tutur siwon lembut, yoona mengangguk  pelan sembari tersenyum tipis, ia memeluk siwon dan siwon pun membalasnya.
Tiba – tiba...
Seseorang membuka pintu, ia shock melihat kedua orang yang sedang berpelukan di depannya,siwon menyadari keberdaan orang yang datang itu segera saja ia menjauhkan diri dari yoona, sementara yoona tersentak kaget dan bingung.
“ yuri~” seru siwon mengejar yuri yang sudah lebih dulu berlari keluar ruangan,sementara yoona masih mematung atas kejadian tadi.
“ yuri, dengar dulu. Aku bisa menjelaskan semuanya, kau harus dengar alasan dan penjelasanku.” Kata siwon yang terus berjalan di samping yuri, namun sepertinya yuri tak peduli , ia terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun ke arah siwon.
“ yuri!” kini siwon berhasil menghentikan langkah yuri dengan menyergah lengan yuri.
“ aku tau, aku salah, tapi kau harus dengar dulu penjelasan dariku. Aku tadi...”
“memeluk yoona! Apa kau masih ingat apa yang kau katakan padaku kemarin?! Kau masih ingtkan?!” balas yuri, siwon terdiam.
“ sebaiknya kita akhiri sampai disini, kau kembali saja kepada gadis itu, aku rasa dia masih sangat membutuhkanmu.” Seru  yuri sembari berbalik pergi menjauhi siwon yang masih mematung, memandangi punggung gadis yang sangat ia cintai hingga menghilang di tikungan.
Next day#
“ maaf kyu, aku tak bisa pergi. Aku tak ingin pergi kemana pun.”kata yuri,kyuhyun menoleh ke arahnya, mengerutkan kulit keningnya, heran.” Kenapa? Donghae melarangmu? Biar aku yang langsung bicara dengannya, dasar lee donghae!” seru kyuhyun meraih ponselnya.yuri segera menahan tangan kyuhyun.  Kyuhyun menatap yuri, ia semakin merasa heran dengan sikap yuri.
“ kenapa? Apa kau sakit?” tanya kyuhyun cemas, yuri menggeleng.
“ lalu kenapa? Ada apa denganmu?” tanya kyuhyun lagi.
“kyu, maafkan aku. Aku sungguh minta maaf, tak seharusnya aku melakukan ini semua,  tak seharusnya kita menjalani hubungan ini.” Kata yuri dengan tiba- tiba, membuat kyuhyun kebingungan untuk mencerna semua  kata- katanya.
“ aku tahu aku salah, maafkan aku.”
“ apa? Aku tak mengerti maksudmu. Ada apa ini?!” tanya kyuhyun semakin bingung.
“ kau pria yang baik, tapi aku bukan gadis yang baik untukmu, jadi kita akhiri semuanya, maaf  kyu.” Yuri berbalik membelakangi kyuhyun dan melangkah pergi menjauh dari kyuhyun, kyuhyun berlari kecil mengejar yuri, meraih lengan yuri lalu menariknya.
 “ kau harus jelaskan dulu apa maksudmu? Sebenarnya ada apa denganmu?” kyuhyun menatap gadis yang amat ia cintai, sementara yuri memalingkan pandangannya.
“ aku tak mengerti apa salahku, dan apa maksudmu dengan kau gadis yang tidak baik untukku?” tanya kyuhyun lagi.
“ aku, aku memang menyukaimu, menyayangimu tapi maaf aku tak ingin kehilangan pria yang begitu baik dan tulus padaku, maaf kyu.” Jawab yuri
“pria mana? Apa aku tak tulus? Aku begitu tulus padamu yuri.” Balas kyuhyun
“ kyu, maafkan aku, aku harus pergi sekarang. Terima kasih untuk semuanya.” Balas yuri  sembari mencoba melepaskan lengannya dari kyuhyun, tapi kyuhyun enggan melepaskan yuri begitu saja.
“kyu, tolong lepaskan aku.” Pinta yuri
“ tidak, aku tak akan membiarkan kau pergi bersama pria itu, aku mencintaimu yuri,” balas kyuhyun.
Drrtttt... drtttt....
Ponsel kyuhyun bergetar,sebuah panggilan masuk memaksa kyuhyun untuk menjawab  panggilan itu.
” Halo..ada apa? Tidak, batalkan saja. Apa?! Baiklah.” Yuri diam dan menatap kyuhyun.
” Kau harus profesional kyu, tapi maaf aku tak bisa menemanimu sebagai orang yang  kau anggap kekasih lagi. Kita berteman saja.”
“ baiklah, aku mengalah, tapi jika pria itu membuat kesalahan yang membuatmu menderita karena dia, aku tak akan membiarkan dia hidup tenang.” Kata kyuhyun, yuri tersenyum lalu memeluk kyuhyun sebagai ucapan terima kasih.
Next day#
Yuri memasuki sebuah ruangan megah milik pria yang begitu ia cintai dan mengharuskan yuri memutuskan hubungannya dengan kyuhyun dan siwon,ia melangkah mendekati meja kerja kosong.
“yesung oppa, kemana dia? Kenapa rumah ini begitu sepi?” gumam yuri pelan.
“yesung oppa... kau dimana?” yuri mencari pria itu, mengarahkan pandangannya ke segala penjuru ruangan.
“yesung oppa. Kau ada dimana? Kau tak rindu padaku?!” pekik yuri sembari keluar dari rumah yesung.
“kau mencari yesung hyung?” tanya seorang pria yg keluar dari rumah sebelah,yuri mengangguk.” Kau tahu dia ada kemana?” tanya yuri
“ kemarin dia pamitan akan pergi ke jepang, menjenguk ayahnya yang sakit, sekitar 2 jam yang lalu dia sudah meninggalkan rumah ini.” Tutur pria itu, yuri tersentak kaget, perasaan takut menjalar ke seluruh hatinya,ia takut  yesung tak akan kembali lagi k korea.
“ benarkah? Kapan dia akan kembali lagi?”
“yesung hyung bilang, dia tak akan kembali kemari.”
“ lalu... rumah ini?”
“ sepupunya kim jaejoong yang akan menempati rumah ini.”
Mendengar  jawaban pria itu, tubuh yuri melemas dan air mata mengalir begitu saja membuat pria itu panik.
“anda kenapa?!”
“tidak.terima kasih.” Seru yuri berlari menuju mobil dan melajukan mobilnya ke bandara incheon.” Tolong jangan pergi oppa, aku tak mau kau tinggalkan, aku akan berubah hikss..hikss...” gumam yuri di sela tangisannya.
# bandara incheon#
Yuri memarkirkan mobilnya di sembarang tempat, ia tak peduli dengan orang – orang yang memaki kesal terhadapnya. Dalam pikirannya sekarang adalah yesung, bagaimana menemukan yesung, memintanya untuk tak pergi dari hidupnya. Yuri berlari sembari menangis mencari yesung di tengah keramaian orang yang berlalu lalang disana.
“ yesung oppa! Oppa!” teriak yuri frustasi.” Oppa~, tolong jangan pergi,” kata yuri yang lelah berteriak memanggil yesung, ia menunduk lesu.
15 menit kemudian,
Yuri sedang duduk di lantai sembari menyandarkan tubuhnya ke dinding. Tiba – tiba seorang pria mendekati yuri,pria itu mensejajarkan tubuhya dengan yuri.
“hei, kau sedang apa?” suara itu membuat yuri mendongak seketika dan menatap pria yang sedang berada di depannya. Yuri membulatkan matanya, kemudian memeluk sang pria dengan erat sembari menangis.
“oppa, jangan pergi, aku ikut bersamamu.aku ...” kata yuri di tengah isak tangisnya, yesung membalas pelukan itu sembari mengelus punggung yuri dengan lembut.
“ sudah jangan menangis lagi, kau jadi terlihat jelek” goda yesung membuat yuri melepaskan pelukannya kemudian memukul bahu yesung dengan geram, yesung meringis kecil disertai tawa kecil.
“ oppa! Kau yang membuat aku seperti ini, kenapa pergi tanpa pamitan padaku?! Kenapa kau ingin meninggalkan aku, huh?! kau jahat! Sangat jahat!” balas yuri dengan kesal, yesung tersenyum lembut pada yuri.
“ kenapa kau tersenyum sepert itu?! Dasar jelek!” bohong yuri  membalas yesung karena berani menggodanya tadi.
“ och, begitukah? Berarti aku pria jelek yang tak berarti. Lalu kenapa my black pearl  ini menangis huh?!” lagi – lagi yesung menggoda yuri dan berhasil membuat gadis itu malu sendiri.
“oppa, aku serius!” balas yuri
“ aku juga serius.” Kata yesung
“terserahlah.” Yuri membelakangi yesung, membuat yesung merasa gemas dengan sikap manja yuri. Yesung berjalan ke depan mengadap yuri, meraih tangan yuri.
“ aku pergi karena ayahku sedang sakit dan harus di operasi, aku harus berada di samping ayahku terus untuk menyemangatinya. Aku sayang ayahku. Ku harap kau mengerti.” Tutur yesung meyakinkan yuri sekaligus meminta pengertian dari gadis itu.
“oppa, iya aku mengerti,tapi setidaknya kau kabari aku, apa kau tak tahu huh?! Aku ketakutan setengah mati. “ jawab yuri, yesung tersenyum lagi
“ tapi.. bagaimana rencana kau ke paris bersama kyuhyun? Bukankah kemarin kau harusnya ada di paris bersama pemuda tampan itu?! Kau bertengkar dengannya?” tanya yesung, yuri menggeleng.
“ ada apa?”
“oppa,aku sudah tak ada hubungan lagi degan kedua pria itu, aku hanya milikmu. Aku janji tidak akan mengulangi hal bodoh yang bisa mmbuatmu jauh dariku.” Ujar yuri menatap yesung, dari tatapannya yesung tahu bahwa gadis itu bersungguh sungguh. Yesung memeluk yuri dengan erat.
“ terima kasih yuri. Aku pun tak akan berbuat hal bodoh yang bisa membuat kau menjauh dariku.” Balas yesung berbisik di telinga yuri.

The end

Written by : khifdatul hidayah