# Apartement siwon #
Seorang gadis tersenyum manis menatap sebuah foto yang
terpajang di atas meja, ia mengusap wajah seorang pria yang terdapat di dalam foto tersebut.
“ sayang, jangan terlalu
berlebihan. Itu hanya foto.” Ujar seorang pria yang muncul tiba- tiba
kemudian memeluk tubuh gadis itu dari belakang.
” Hehe... aku sangat mnyukai foto ini.” Kata gadis itu. “
kenapa kau sibuk dengan foto itu, kan ada yang aslinya, choi yuri.” Kata sang
pria sembari menarik lengan gadis yang di panggil choi yuri.
“hei... ! jangan mengganti margaku seenaknya! Namaku kwon
yuri !” protes yuri seraya mengerecutkan bibirnya yang membuat pria bermarga
choi itu terkekeh geli dan semakin gemas.
“bukankah, sebentar lagi kau akan menjadi nyonya
choi,hm?!” balas pria bernama choi siwon, kini giliran yuri yang terkekeh
mendengarnya.
“ jangan bercanda,lalu bagaimana dengan yoona? Dasar
playboy!” seru yuri sembari mencubit lengan siwon yang berotot.
“aku tak peduli
lagi padanya!” jawab siwon dengan nada sinis, tampaknya ia sangat benci kepada
gadis bernama yoona.
“ maaf, maafkan
aku siwon,” kata yuri dengan lembut, ia mengecup pipi siwon sekilas dan di jawab
anggukan pelan dari siwon.
# next day #
Di sebuah hypermart,
“ aku mau susu coklat !” seru yuri meraih sekaleng susu
coklat dari sebuah rak yang dipenuhi berbagai merek susu kaleng.
“ tidak. lebih
enak rasa strawberry.” Sahut pria disebelahnya yang bertugas mendorong
keranjang belanjaan mereka.
“ coklat saja!” yuri bersikukuh,pria itu bedecak kesal.
”tck! strawberry saja.”
“kyu!” pekik yuri, “ cho yuri, menurutlah pada calon
suamimu ini.” Balas pria yang di Panggil kyu tadi.
“ hei...! cho kyuhyun ! aku adalah kwon yuri, jangan
mengganti marga dan namaku seenaknya !” protes yuri sebal,kyuhyun terkekeh
geli.
“ haha... aku suka,baiklah kita beli keduanya saja.” Usul
kyuhyun, yuri mengangguk setuju. Kyuhyun medorong keranjangnya menuju kasir diikuti oleh yuri dari belakang.
Tiba - tiba yuri
melihat sosok pria yang sangat ia kenal, pria itu tampak sibuk memilih buah
apel, yuri melihat sekeliling pria itu dan ternyata pria itu hanya sendiri.
Yuri menunduk sejenak, terbesit perasaan bersalah di hatinya terhadap pria itu.
“kyu, kau duluan langsung ke mobil. Ada yang ingin aku
beli lagi.” Seru yuri belari
menjauh
dari kyuhyun.
“ oppa~” sapa yuri
yang kini sudah berada di sebelah pria yang sedang memilih beberapa buah apel.
“ kau sendiri saja
?!” tanya yuri dengan ragu, pria itu menoleh kemudian tersenyum.
“ iya,” jawabnya
singkat. Yuri ikut memilih beberapa buah lalu di letakan di dalam keranjang
milik pria yang dipanggil oppa olehnya tadi.
“ yesung oppa, maafkan aku.” Ujar yuri, membuat pria bernama yesung itu
mengerutkan kulit keningnya.
“ kenapa minta
maaf? Aku tahu resikonya.” Balas yesung dengan senyum tulus. “oppa, kau
membuatku semakinmerasa bersalah. Walau bagaimana pun, aku tetap harus
mengatakan ini, maafkan aku, aku sungguh minta maaf.” Kata yuri.
“ apa dengan kata maaf, kau bisa kembali seperti dulu?
Menjadi yuri’ku seutuhnya?” balas yesung,
yuri terdiam. Kemudian yesung mendorong keranjangnya menuju meja kasir.
Sementara yuri masih terdiam, semua yang yesung tanyakan tadi tak bisa ia
jawab, perasaannya semakin tertekan.
# tempat parkir#
Yuri masuk ke dalam mobil mewah berwarna hitam,kyuhyun
memperhatikan wajah yuri yang tampak
sedih dan bingung. “ kau baik – baik saja kan?” tanya kyuhyun sedikit khawtir,
yuri mengagguk pelan kemudian tersenyum
tipis. Kyuhyun ikut tersenyum lalu ia menyalakan mobilnya kemudian
melaju kan mobil mewahnya ke jalan raya.
# rumah keluarga kim #
Yesung, seorang pria yang sangat baik,dewasa dan sangat
mencintai seorang gadis bernama kwon yuri. Saat ini yesung sedang duduk di
pinggir kolam ikan yang terletak dibelakang rumahnya. Ia hanya tinggal sendiri
karena kedua orang tuanya menetap di tokyo, jepang.
“ bagaimana pun dirimu,aku akan tetap mencintaimu, walau aku sakit, tapi aku
tak akan membiarkanmu mengalami sakit hati yang sekarang aku rasakan, datanglah
padaku saat kau butuh diriku, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu, kwon yuri.”
Tutur yesung sembari meneteskan air
matanya,ia menggenggam baju di bagian dadanya, walau terasa sesak disana, ia
akan tetap mempertahankan hubungan itu.
#pukul, 02.00 pm#
“ yuri kau memang model yang profesional.” Puji donghae
sembari melihat hasil pemotretan foto – foto yuri yang di ambil tadi.
“ terima kasih, ini berkat kerja kerasmu juga.” Balas yuri
sembari tersenyum.
“ sayang, kalau sudah selesai kita makan yuk?” ajak
siwon, manja.
“ siwon, sesi berikutnya kau dipasangkan dengan yoona.”
Seru donghae mengatur kameranya, siwon mendesah berat, yuri mendekati siwon dan
tersenyum lembut pada siwon.
“ tenanglah yuri,aku akan tetap jadi milikmu. Aku tak
akan tertarik kepada gadis seperti dia.”
Ujar siwon sembari merangkul pundak yuri, yuri tertawa kecil.
“cha~! Aku mengkhawatirkanmu, siwon oppa. Bersikap
baiklah padanya.” Balas yuri kemudian berbalik menuju sebuah kursi. Seorang
gadis cantik datang ia segera berdiri di sebelah siwon.
“ ok. Yoona silahkan menghadap siwon, letakan tangan
kirimu di pundak kanan siwon dan siwon lingkarkan lenganmu di pinggang yoona,
kalian harus terlihat mesra.” Donghae mengarahkan para modelnya. Kedua insan
itu segera berpose sesuai instruksi.yuri tersnyum getir melihat mereka.
Drrrrtt.... drrrtt...
Yuri meraih ponselnya yang sudah menerima 1 pesan masuk
dari kyuhyun.
From : kyunie oppa
03.10.2012 02:20 pm
“ yuri, aku tunggu kau di apartementmu pukul 4, hari
ini.”
Beberapa menit kemudian pesan masuk untuk kyuhyun dari
yuri, kyuhyun segera membuka dan membacanya.
From : cho yuri is mine
“iya, kyu.”
Kyuhyun berdecak kesal setelah membaca pesan tersebut
kemudian ia membalas pesan itu.
From : kyunie oppa
“hei...! panggil aku oppa!”
Yuri tertawa kecil membaca
pesan itu,kemudian ia pun membalasnya lagi.
From : cho yuri is mine
“hehe..., iya kyu. Eh salah.
Maaf oppa.”
‘....’
From : kyunie oppa
“terserahlah. Jangan sampai
terlambat, jika kau terlambat, kau harus menciumku 10 kali!”
Yuri tertawa pelan setelah
membaca pesan itu, tapi ia tak membalasnya karena siwon sudah selesai melakukan
pemotretan.
” Ayo, aku lapar.” Ajak
siwon.
“oppa,bisa bicara sebentar?”
yoona menatap yuri dengan penuh harap, Yuri tersenyum tipis, berbalik keluar
dari ruangan tanpa minta persetujuan dari siwon. Kini mereka hanya berdua
karena yang lain juga sudah keluar, siwon mendelik sebal.
“ apa?! Cepatlah bicara aku sedang sibuk.” Kata siwon
dengan dinginnya. Yoona tersenyum getir.
“ oppa, maafkan aku. Aku memang salah.”
“sudahlah, jangan bicara hal itu lagi, aku sudah memiliki
yuri. Gadis yang lebih dari segalaya.” Ujar siwon berbalik menjauhi yoona,yoona segera menyergah lengan
siwon kemudian memeluk tubuhnya dari belakang.
“ oppa, maafkan aku. aku sungguh menyesal.” Air mata
yoona mengalir membasahi kemeja siwon.
“ yoona, sudah jangan menangis.” Siwon melepaskan pelukan
yoona lalu berbalik menghadap yoona, menghapus air mata gadis yang menangis
dihadapannya.
“ lupakan saja.” Kata siwon tersenyum tipis.
“ oppa,tak bisakah kau kembali lagi pdaku? Aku... aku
mencintaimu, sangat mencintaimu.” Tutur yoona penuh harap, siwon menatapnya
dengan lembut dengan perasaan bersalah ia menggelengkan kepala lalu berbalik
pergi meninggalkan yoona, sementara yoona menunduk sembari menangis.
# di sebuah restoran jepang#
Yuri memperhatikan wajah tampan siwon,pria itu tampak
bingung. Perlahan yuri menyentuh tangan siwon, membuat siwon melihat kearahya.
“ ada apa?” tanya yuri dengan lembut.
“ tidak. Teruskan
saja makannya.” Jawab siwon sembari tersenyum tipis.
“ sepertinya oppa sedang bingung, jika oppa masih
menyukainya katakan saja padaku, aku akan baik – baik saja.” Ujar yuri yang
berhasil membuat siwon menatap tajam padanya.
“ apa maksudmu?!
Sama sekali aku tak pernah berpikir seperti itu. Aku hanya milikmu, yuri. Aku
tak peduli dengan gadis lain!” kata siwon dengan tegas, membuat yuri terdiam.
“ maaf, tapi tolong jangan bicara sepert itu lagi. Karena
aku sungguh mencintaimu, yuri.” Terang siwon, yuri memandangnya sembari
tersenyum tipis, merasa bersalah. Bayangan wajah yesung dan kyuhyun
menghampirinya, ia sungguh bingung meghadapi kisah cintanya.
# pukul 03:45 pm#
Yuri membuka pintu apartementnya, begitu pintu itu
terbuka, yuri langsung disambut oleh semyuman manis dari kyuhyun.
“ oppa, kau sudah
ada disini?!” kyuhyun tersenyum.
“ aku harus lebih
cepat darimu. Kau lelah?” tanya kyuhyun sembari merangkul pinggang yuri yang
ramping.
“ sedikit. Ada
apa?” kini yuri yang bertanya, ia
melingkarkan kedua tangannya dileher kyuhyun.
“ aki rindu
padamu. Oh iya, minggu depan aku akan pergi ke paris, ikutlah bersamaku.” Kata
kyuhyun, Yuri diam.
“ kau bisa ikut kan?” kyuhyun memastikan.
“ aku beri jawaban besok.” Jawab yuri sembari melepaskan
pelukan kyuhyun kemudian berbalik menuju kamar mandi.
#next day#
“ oppa~”
“hm~”
“minggu depan, apa aku boleh pergi ke paris?”
“boleh.”
“benarkah?!”
“iya...”
“oppa, kenapa tidak bertanya, aku pergi dengan siapa?
Pulangnya kapan dan...”
“untuk apa bertanya lagi,aku tahu dengan siapa kau pergi,
aku tak akan melarangmu,”
“oppa...”
“yuri, aku ingin kau selalu bahgia, jadi lakukan apa saja
yang bisa membuatmu bahagia.” Tutur yesung sembari mengelus rambut indah yuri.
“ aku ... aku minta maaf.”
“ jangan minta maaf, jika kau terus melakukannya.” Yuri
menunduk lesu mendengarnya. Yesung menyentuh tangan yuri dengan lembut, membuat
yuri mendongak menatapnya.
“ jangan minta maaf lagi yuri,karena selama napasku ini
masih ada, aku akan selalu memaafkanmu.” Tutur yesung sembari tersenyum manis,
sangat tulus hingga membuat yuri meneteskan air mata.
“ kenapa menangis?
Apa aku salah?” tanya yesung sedikit panik,yuri menggeleng pelan.
“maaf oppa,kau terlalu baik.” Jawabb yuri, yesung tersenyum
lagi. Yuri merangkul pinggang yesung,menyandarkan kepalanya di atas pundak pria
yang begitu mencintainya.
# next day#
# apartement siwon, pukul 08:15 am#
Siwon duduk di sofa, ia tengah membaca sebuah komik
lucu,tawa renyah keluar begitu saja dari mulutnya.” Hahaha..bodoh! haha..” tawa
siwon makin membesar.
Ting..tong...
Suara bel pintu menghentika aktivitasnya, ia menoleh ke
arah pintu,berjalan kesana kemudian membuka pintu. Siwon membulatkan matanya
ketika melihat seorang gadis cantik berdiri di depan pintu.
“ada apa?!” tanya siwon,dingin. Yoona mengedarkan
pandangan ke ruangan kosong didepannya,kemudian masuk tanpa permisi kepada sang
pemilik ruangan itu. Sementara siwon melongo melihat sikap kurang ajar yoona.
“yoona, jangan masuk seenaknya ke apartementku.!” Seru
siwon sebal, ia menarik lengan yoona dan membawanya ke pintu depan.
“oppa, sakit! Jangan kasar begitu. Setidaknya biarkan aku
masuk dan minum teh dulu, aku ini tamu.” Balas yoona tak kalah sebalnya
terhadap siwon, ia berjalan melewati siwon yang tercengang mendengar ucapannya
barusan. Yoona tak peduli,ia memilih duduk di sofa menghadap TV, sementara siwon
menghela napas berat dan pasrah.
“ baiklah,terserah padamu.” Kata siwon ikut duduk di
sebelah yoona
“oppa, aku mau teh apel.” Pinta yoona manja.siwon
berdecak sebal.
“tak ada. Aku tak pernah membelinya lagi, yang ada hanya
susu coklat. Itu pun milik my only girl is CHOI YURI.” Jawab siwon menekan
kalimat pada bagian kata CHOI YURI.yang berhasil membuat yoona mendelik kesal.
“ ya sudah, kalau begitu teh biasa saja.” Pinta yoona
dongkol, siwon beranjak menuju dapur.
Beberpa menit kemudian, siwon datang membawa segelas teh
untuk yoona. Ia meletakan gelas itu di atas meja tepat di depan yoona.
“ oppa, yuri tidak kemari?”
“tidak. Kenapa?” jawab siwon cuek
“ aish... oppa~ah, apa kau membenciku? Bukankah oppa
sudah memaafkan aku?” tanya yoona lagi, siwon tampak tersenyum namun tidak
tulus.
“ senyum palsu!” celetuk yoona, siwon diam tanpa
ekspresi.
“ oppa~ah, coba kau
pikirkan lagi, aku masih sangat mencintaimu.” Ujar yoona sembari mendekatkan diri kepada
siwon
“ begitukah? Tapi aku sudah memiliki yuri. Dia sangat
berarti.” Jawab siwon membuat yoona menunduk lesu.
“ baiklah, aku mengerti.” Kata yoona seraya berdiri, ia
berbalik hendak pergi namun tiba- tiba siwon menahan lengannya, memutar tubuh
gadis itu hingga berbalik lagi ke arahnya, yoona kaget
“ maafkan aku, aku tak bisa kembali dan tak bisa jadi apa
yang kau inginkan, ku harap kau bisa
mengerti dan mau menerima semuanya.” Tutur siwon lembut, yoona mengangguk pelan sembari tersenyum tipis, ia memeluk
siwon dan siwon pun membalasnya.
Tiba – tiba...
Seseorang membuka pintu, ia shock melihat kedua orang
yang sedang berpelukan di depannya,siwon menyadari keberdaan orang yang datang
itu segera saja ia menjauhkan diri dari yoona, sementara yoona tersentak kaget
dan bingung.
“ yuri~” seru siwon mengejar yuri yang sudah lebih dulu
berlari keluar ruangan,sementara yoona masih mematung atas kejadian tadi.
“ yuri, dengar dulu. Aku bisa menjelaskan semuanya, kau
harus dengar alasan dan penjelasanku.” Kata siwon yang terus berjalan di
samping yuri, namun sepertinya yuri tak peduli , ia terus berjalan tanpa
menoleh sedikit pun ke arah siwon.
“ yuri!” kini siwon berhasil menghentikan langkah yuri
dengan menyergah lengan yuri.
“ aku tau, aku salah, tapi kau harus dengar dulu
penjelasan dariku. Aku tadi...”
“memeluk yoona! Apa kau masih ingat apa yang kau katakan
padaku kemarin?! Kau masih ingtkan?!” balas yuri, siwon terdiam.
“ sebaiknya kita akhiri sampai disini, kau kembali saja
kepada gadis itu, aku rasa dia masih sangat membutuhkanmu.” Seru yuri sembari berbalik pergi menjauhi siwon
yang masih mematung, memandangi punggung gadis yang sangat ia cintai hingga
menghilang di tikungan.
Next day#
“ maaf kyu, aku tak bisa pergi. Aku tak ingin pergi
kemana pun.”kata yuri,kyuhyun menoleh ke arahnya, mengerutkan kulit keningnya,
heran.” Kenapa? Donghae melarangmu? Biar aku yang langsung bicara dengannya,
dasar lee donghae!” seru kyuhyun meraih ponselnya.yuri segera menahan tangan
kyuhyun. Kyuhyun menatap yuri, ia
semakin merasa heran dengan sikap yuri.
“ kenapa? Apa kau sakit?” tanya kyuhyun cemas, yuri
menggeleng.
“ lalu kenapa? Ada apa denganmu?” tanya kyuhyun lagi.
“kyu, maafkan aku. Aku sungguh minta maaf, tak seharusnya
aku melakukan ini semua, tak seharusnya
kita menjalani hubungan ini.” Kata yuri dengan tiba- tiba, membuat kyuhyun
kebingungan untuk mencerna semua kata-
katanya.
“ aku tahu aku salah, maafkan aku.”
“ apa? Aku tak mengerti maksudmu. Ada apa ini?!” tanya
kyuhyun semakin bingung.
“ kau pria yang baik, tapi aku bukan gadis yang baik
untukmu, jadi kita akhiri semuanya, maaf kyu.” Yuri berbalik membelakangi kyuhyun dan
melangkah pergi menjauh dari kyuhyun, kyuhyun berlari kecil mengejar yuri,
meraih lengan yuri lalu menariknya.
“ kau harus
jelaskan dulu apa maksudmu? Sebenarnya ada apa denganmu?” kyuhyun menatap gadis
yang amat ia cintai, sementara yuri memalingkan pandangannya.
“ aku tak mengerti apa salahku, dan apa maksudmu dengan
kau gadis yang tidak baik untukku?” tanya kyuhyun lagi.
“ aku, aku memang menyukaimu, menyayangimu tapi maaf aku tak
ingin kehilangan pria yang begitu baik dan tulus padaku, maaf kyu.” Jawab yuri
“pria mana? Apa aku tak tulus? Aku begitu tulus padamu
yuri.” Balas kyuhyun
“ kyu, maafkan aku, aku harus pergi sekarang. Terima
kasih untuk semuanya.” Balas yuri
sembari mencoba melepaskan lengannya dari kyuhyun, tapi kyuhyun enggan
melepaskan yuri begitu saja.
“kyu, tolong lepaskan aku.” Pinta yuri
“ tidak, aku tak akan membiarkan kau pergi bersama pria
itu, aku mencintaimu yuri,” balas kyuhyun.
Drrtttt... drtttt....
Ponsel kyuhyun bergetar,sebuah panggilan masuk memaksa
kyuhyun untuk menjawab panggilan itu.
” Halo..ada apa? Tidak, batalkan saja. Apa?! Baiklah.”
Yuri diam dan menatap kyuhyun.
” Kau harus profesional kyu, tapi maaf aku tak bisa
menemanimu sebagai orang yang kau anggap
kekasih lagi. Kita berteman saja.”
“ baiklah, aku mengalah, tapi jika pria itu membuat
kesalahan yang membuatmu menderita karena dia, aku tak akan membiarkan dia
hidup tenang.” Kata kyuhyun, yuri tersenyum lalu memeluk kyuhyun sebagai ucapan
terima kasih.
Next day#
Yuri memasuki sebuah ruangan megah milik pria yang begitu
ia cintai dan mengharuskan yuri memutuskan hubungannya dengan kyuhyun dan
siwon,ia melangkah mendekati meja kerja kosong.
“yesung oppa, kemana dia? Kenapa rumah ini begitu sepi?”
gumam yuri pelan.
“yesung oppa... kau dimana?” yuri mencari pria itu,
mengarahkan pandangannya ke segala penjuru ruangan.
“yesung oppa. Kau ada dimana? Kau tak rindu padaku?!”
pekik yuri sembari keluar dari rumah yesung.
“kau mencari yesung hyung?” tanya seorang pria yg keluar
dari rumah sebelah,yuri mengangguk.” Kau tahu dia ada kemana?” tanya yuri
“ kemarin dia pamitan akan pergi ke jepang, menjenguk
ayahnya yang sakit, sekitar 2 jam yang lalu dia sudah meninggalkan rumah ini.”
Tutur pria itu, yuri tersentak kaget, perasaan takut menjalar ke seluruh
hatinya,ia takut yesung tak akan kembali
lagi k korea.
“ benarkah? Kapan dia akan kembali lagi?”
“yesung hyung bilang, dia tak akan kembali kemari.”
“ lalu... rumah ini?”
“ sepupunya kim jaejoong yang akan menempati rumah ini.”
Mendengar jawaban
pria itu, tubuh yuri melemas dan air mata mengalir begitu saja membuat pria itu
panik.
“anda kenapa?!”
“tidak.terima kasih.” Seru yuri berlari menuju mobil dan
melajukan mobilnya ke bandara incheon.” Tolong jangan pergi oppa, aku tak mau
kau tinggalkan, aku akan berubah hikss..hikss...” gumam yuri di sela
tangisannya.
# bandara incheon#
Yuri memarkirkan mobilnya di sembarang tempat, ia tak
peduli dengan orang – orang yang memaki kesal terhadapnya. Dalam pikirannya
sekarang adalah yesung, bagaimana menemukan yesung, memintanya untuk tak pergi
dari hidupnya. Yuri berlari sembari menangis mencari yesung di tengah keramaian
orang yang berlalu lalang disana.
“ yesung oppa! Oppa!” teriak yuri frustasi.” Oppa~, tolong
jangan pergi,” kata yuri yang lelah berteriak memanggil yesung, ia menunduk
lesu.
15 menit kemudian,
Yuri sedang duduk di lantai sembari menyandarkan tubuhnya
ke dinding. Tiba – tiba seorang pria mendekati yuri,pria itu mensejajarkan
tubuhya dengan yuri.
“hei, kau sedang apa?” suara itu membuat yuri mendongak
seketika dan menatap pria yang sedang berada di depannya. Yuri membulatkan
matanya, kemudian memeluk sang pria dengan erat sembari menangis.
“oppa, jangan pergi, aku ikut bersamamu.aku ...” kata yuri
di tengah isak tangisnya, yesung membalas pelukan itu sembari mengelus punggung
yuri dengan lembut.
“ sudah jangan menangis lagi, kau jadi terlihat jelek”
goda yesung membuat yuri melepaskan pelukannya kemudian memukul bahu yesung
dengan geram, yesung meringis kecil disertai tawa kecil.
“ oppa! Kau yang membuat aku seperti ini, kenapa pergi
tanpa pamitan padaku?! Kenapa kau ingin meninggalkan aku, huh?! kau jahat!
Sangat jahat!” balas yuri dengan kesal, yesung tersenyum lembut pada yuri.
“ kenapa kau tersenyum sepert itu?! Dasar jelek!” bohong
yuri membalas yesung karena berani
menggodanya tadi.
“ och, begitukah? Berarti aku pria jelek yang tak berarti.
Lalu kenapa my black pearl ini menangis
huh?!” lagi – lagi yesung menggoda yuri dan berhasil membuat gadis itu malu
sendiri.
“oppa, aku serius!” balas yuri
“ aku juga serius.” Kata yesung
“terserahlah.” Yuri membelakangi yesung, membuat yesung
merasa gemas dengan sikap manja yuri. Yesung berjalan ke depan mengadap yuri,
meraih tangan yuri.
“ aku pergi karena ayahku sedang sakit dan harus di
operasi, aku harus berada di samping ayahku terus untuk menyemangatinya. Aku
sayang ayahku. Ku harap kau mengerti.” Tutur yesung meyakinkan yuri sekaligus
meminta pengertian dari gadis itu.
“oppa, iya aku mengerti,tapi setidaknya kau kabari aku,
apa kau tak tahu huh?! Aku ketakutan setengah mati. “ jawab yuri, yesung
tersenyum lagi
“ tapi.. bagaimana rencana kau ke paris bersama kyuhyun?
Bukankah kemarin kau harusnya ada di paris bersama pemuda tampan itu?! Kau
bertengkar dengannya?” tanya yesung, yuri menggeleng.
“ ada apa?”
“oppa,aku sudah tak ada hubungan lagi degan kedua pria
itu, aku hanya milikmu. Aku janji tidak akan mengulangi hal bodoh yang bisa
mmbuatmu jauh dariku.” Ujar yuri menatap yesung, dari tatapannya yesung tahu
bahwa gadis itu bersungguh sungguh. Yesung memeluk yuri dengan erat.
“ terima kasih yuri. Aku pun tak akan berbuat hal bodoh
yang bisa membuat kau menjauh dariku.” Balas yesung berbisik di telinga yuri.
The end



.jpg)