Kamis, 09 Januari 2014

my FF

WHO IS BETTER?!
# Apartement siwon #
Seorang gadis tersenyum manis menatap sebuah foto yang terpajang di atas meja, ia mengusap wajah seorang pria yang  terdapat di dalam foto tersebut.
“ sayang, jangan terlalu  berlebihan. Itu hanya foto.” Ujar seorang pria yang muncul tiba- tiba kemudian memeluk tubuh gadis itu dari belakang.
” Hehe... aku sangat mnyukai foto ini.” Kata gadis itu. “ kenapa kau sibuk dengan foto itu, kan ada yang aslinya, choi yuri.” Kata sang pria sembari menarik lengan gadis yang di panggil choi yuri.
“hei... ! jangan mengganti margaku seenaknya! Namaku kwon yuri !” protes yuri seraya mengerecutkan bibirnya yang membuat pria bermarga choi itu terkekeh geli dan semakin gemas.
“bukankah, sebentar lagi kau akan menjadi nyonya choi,hm?!” balas pria bernama choi siwon, kini giliran yuri yang terkekeh mendengarnya.
“ jangan bercanda,lalu bagaimana dengan yoona? Dasar playboy!” seru yuri sembari mencubit lengan siwon yang berotot.
 “aku tak peduli lagi padanya!” jawab siwon dengan nada sinis, tampaknya ia sangat benci kepada gadis bernama yoona.
 “ maaf, maafkan aku siwon,” kata yuri dengan lembut, ia mengecup pipi siwon sekilas dan di jawab anggukan pelan dari siwon.
 # next day #
Di sebuah hypermart,
“ aku mau susu coklat !” seru yuri meraih sekaleng susu coklat dari sebuah rak yang dipenuhi berbagai merek susu kaleng.
 “ tidak. lebih enak rasa strawberry.” Sahut pria disebelahnya yang bertugas mendorong keranjang belanjaan mereka.
“ coklat saja!” yuri bersikukuh,pria itu bedecak kesal.
”tck! strawberry saja.”
“kyu!” pekik yuri, “ cho yuri, menurutlah pada calon suamimu ini.” Balas pria yang di Panggil kyu tadi.
“ hei...! cho kyuhyun ! aku adalah kwon yuri, jangan mengganti marga dan namaku seenaknya !” protes yuri sebal,kyuhyun terkekeh geli.
“ haha... aku suka,baiklah kita beli keduanya saja.” Usul kyuhyun, yuri mengangguk setuju. Kyuhyun medorong keranjangnya menuju kasir  diikuti oleh yuri dari belakang.
Tiba  - tiba yuri melihat sosok pria yang sangat ia kenal, pria itu tampak sibuk memilih buah apel, yuri melihat sekeliling pria itu dan ternyata pria itu hanya sendiri. Yuri menunduk sejenak, terbesit perasaan bersalah di hatinya terhadap pria itu.
“kyu, kau duluan langsung ke mobil. Ada yang ingin aku beli lagi.” Seru yuri belari menjauh dari kyuhyun.
 “ oppa~” sapa yuri yang kini sudah berada di sebelah pria yang sedang memilih beberapa buah apel.
 “ kau sendiri saja ?!” tanya yuri dengan ragu, pria itu menoleh kemudian tersenyum.
 “ iya,” jawabnya singkat. Yuri ikut memilih beberapa buah lalu di letakan di dalam keranjang milik pria yang dipanggil oppa olehnya tadi.
“ yesung oppa, maafkan aku.”  Ujar yuri, membuat pria bernama yesung itu mengerutkan kulit keningnya.
 “ kenapa minta maaf? Aku tahu resikonya.” Balas yesung dengan senyum tulus. “oppa, kau membuatku semakinmerasa bersalah. Walau bagaimana pun, aku tetap harus mengatakan ini, maafkan aku, aku sungguh minta maaf.” Kata yuri.
“ apa dengan kata maaf, kau bisa kembali seperti dulu? Menjadi yuri’ku seutuhnya?”  balas yesung, yuri terdiam. Kemudian yesung mendorong keranjangnya menuju meja kasir. Sementara yuri masih terdiam, semua yang yesung tanyakan tadi tak bisa ia jawab, perasaannya semakin tertekan.
# tempat parkir#
Yuri masuk ke dalam mobil mewah berwarna hitam,kyuhyun memperhatikan wajah  yuri yang tampak sedih dan bingung. “ kau baik – baik saja kan?” tanya kyuhyun sedikit khawtir, yuri mengagguk pelan kemudian tersenyum  tipis. Kyuhyun ikut tersenyum lalu ia menyalakan mobilnya kemudian melaju kan mobil mewahnya ke jalan raya.
# rumah keluarga kim #
Yesung, seorang pria yang sangat baik,dewasa dan sangat mencintai seorang gadis bernama kwon yuri. Saat ini yesung sedang duduk di pinggir kolam ikan yang terletak dibelakang rumahnya. Ia hanya tinggal sendiri karena kedua orang tuanya menetap di tokyo, jepang.
“ bagaimana pun dirimu,aku akan  tetap mencintaimu, walau aku sakit, tapi aku tak akan membiarkanmu mengalami sakit hati yang sekarang aku rasakan, datanglah padaku saat kau butuh diriku, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu, kwon yuri.” Tutur yesung sembari  meneteskan air matanya,ia menggenggam baju di bagian dadanya, walau terasa sesak disana, ia akan tetap mempertahankan hubungan itu.
#pukul, 02.00 pm#
“ yuri kau memang model yang profesional.” Puji donghae sembari melihat hasil pemotretan foto – foto yuri yang di ambil tadi.
“ terima kasih, ini berkat kerja kerasmu juga.” Balas yuri sembari tersenyum.
“ sayang, kalau sudah selesai kita makan yuk?” ajak siwon, manja.
“ siwon, sesi berikutnya kau dipasangkan dengan yoona.” Seru donghae mengatur kameranya, siwon mendesah berat, yuri mendekati siwon dan tersenyum lembut pada siwon.
“ tenanglah yuri,aku akan tetap jadi milikmu. Aku tak akan  tertarik kepada gadis seperti dia.” Ujar siwon sembari merangkul pundak yuri, yuri tertawa kecil.
“cha~! Aku mengkhawatirkanmu, siwon oppa. Bersikap baiklah padanya.” Balas yuri kemudian berbalik menuju sebuah kursi. Seorang gadis cantik datang ia segera berdiri di sebelah siwon.
“ ok. Yoona silahkan menghadap siwon, letakan tangan kirimu di pundak kanan siwon dan siwon lingkarkan lenganmu di pinggang yoona, kalian harus terlihat mesra.” Donghae mengarahkan para modelnya. Kedua insan itu segera berpose sesuai instruksi.yuri tersnyum getir melihat mereka.
Drrrrtt.... drrrtt...
Yuri meraih ponselnya yang sudah menerima 1 pesan masuk dari kyuhyun.
From : kyunie oppa
03.10.2012 02:20 pm
“ yuri, aku tunggu kau di apartementmu pukul 4, hari ini.”
Beberapa menit kemudian pesan masuk untuk kyuhyun dari yuri, kyuhyun segera membuka dan membacanya.
From : cho yuri is mine
“iya, kyu.”
Kyuhyun berdecak kesal setelah membaca pesan tersebut kemudian ia membalas pesan itu.
From : kyunie oppa
“hei...! panggil aku oppa!”
Yuri tertawa kecil membaca pesan itu,kemudian ia pun membalasnya lagi.
From : cho yuri is mine
“hehe..., iya kyu. Eh salah. Maaf oppa.”
‘....’
From : kyunie oppa
“terserahlah. Jangan sampai terlambat, jika kau terlambat, kau harus menciumku 10 kali!”
Yuri tertawa pelan setelah membaca pesan itu, tapi ia tak membalasnya karena siwon sudah selesai melakukan pemotretan.
” Ayo, aku lapar.” Ajak siwon.
“oppa,bisa bicara sebentar?” yoona menatap yuri dengan penuh harap, Yuri tersenyum tipis, berbalik keluar dari ruangan tanpa minta persetujuan dari siwon. Kini mereka hanya berdua karena yang lain juga sudah keluar, siwon mendelik sebal.
“ apa?! Cepatlah bicara aku sedang sibuk.” Kata siwon dengan dinginnya. Yoona tersenyum getir.
“ oppa, maafkan aku. Aku memang salah.”
“sudahlah, jangan bicara hal itu lagi, aku sudah memiliki yuri. Gadis yang lebih dari segalaya.” Ujar siwon berbalik  menjauhi yoona,yoona segera menyergah lengan siwon kemudian memeluk tubuhnya dari belakang.
“ oppa, maafkan aku. aku sungguh menyesal.” Air mata yoona mengalir membasahi kemeja siwon.
“ yoona, sudah jangan menangis.” Siwon melepaskan pelukan yoona lalu berbalik menghadap yoona, menghapus air mata gadis yang menangis dihadapannya.
“ lupakan saja.” Kata siwon tersenyum tipis.
“ oppa,tak bisakah kau kembali lagi pdaku? Aku... aku mencintaimu, sangat mencintaimu.” Tutur yoona penuh harap, siwon menatapnya dengan lembut dengan perasaan bersalah ia menggelengkan kepala lalu berbalik pergi meninggalkan yoona, sementara yoona menunduk sembari menangis.
# di sebuah restoran jepang#
Yuri memperhatikan wajah tampan siwon,pria itu tampak bingung. Perlahan yuri menyentuh tangan siwon, membuat siwon melihat kearahya.
“ ada apa?” tanya yuri dengan lembut.
 “ tidak. Teruskan saja makannya.” Jawab siwon sembari tersenyum tipis.
“ sepertinya oppa sedang bingung, jika oppa masih menyukainya katakan saja padaku, aku akan baik – baik saja.” Ujar yuri yang berhasil membuat siwon menatap tajam padanya.
 “ apa maksudmu?! Sama sekali aku tak pernah berpikir seperti itu. Aku hanya milikmu, yuri. Aku tak peduli dengan gadis lain!” kata siwon dengan tegas, membuat yuri terdiam.
“ maaf, tapi tolong jangan bicara sepert itu lagi. Karena aku sungguh mencintaimu, yuri.” Terang siwon, yuri memandangnya sembari tersenyum tipis, merasa bersalah. Bayangan wajah yesung dan kyuhyun menghampirinya, ia sungguh bingung meghadapi kisah cintanya.
# pukul 03:45 pm#
Yuri membuka pintu apartementnya, begitu pintu itu terbuka, yuri langsung disambut oleh semyuman manis dari kyuhyun.
 “ oppa, kau sudah ada disini?!” kyuhyun tersenyum.
 “ aku harus lebih cepat darimu. Kau lelah?” tanya kyuhyun sembari merangkul pinggang yuri yang ramping.
 “ sedikit. Ada apa?” kini  yuri yang bertanya, ia melingkarkan kedua tangannya dileher kyuhyun.
 “ aki rindu padamu. Oh iya, minggu depan aku akan pergi ke paris, ikutlah bersamaku.” Kata kyuhyun, Yuri diam.
“ kau bisa ikut kan?” kyuhyun memastikan.
“ aku beri jawaban besok.” Jawab yuri sembari melepaskan pelukan kyuhyun kemudian berbalik menuju kamar mandi.
“ pokoknya aku tak mau ada penolakn apapun!” pekik kyuhyun, yuri berdecak sembari tersenyum mendengarnya, namun ia memilih diam  tanpa menjawab. Sementara kyuhyun menyalakan televisi di depan sofa yang ia duduki.
#next day#
“ oppa~”
“hm~”
“minggu depan, apa aku boleh pergi ke paris?”
“boleh.”
“benarkah?!”
“iya...”
“oppa, kenapa tidak bertanya, aku pergi dengan siapa? Pulangnya kapan dan...”
“untuk apa bertanya lagi,aku tahu dengan siapa kau pergi, aku tak akan melarangmu,”
“oppa...”
“yuri, aku ingin kau selalu bahgia, jadi lakukan apa saja yang bisa membuatmu bahagia.” Tutur yesung sembari mengelus rambut indah yuri.
“ aku ... aku minta maaf.”
“ jangan minta maaf, jika kau terus melakukannya.” Yuri menunduk lesu mendengarnya. Yesung menyentuh tangan yuri dengan lembut, membuat yuri mendongak menatapnya.
“ jangan minta maaf lagi yuri,karena selama napasku ini masih ada, aku akan selalu memaafkanmu.” Tutur yesung sembari tersenyum manis, sangat tulus hingga membuat yuri meneteskan air mata.
 “ kenapa menangis? Apa aku salah?” tanya yesung sedikit panik,yuri menggeleng pelan.
“maaf oppa,kau terlalu baik.” Jawabb yuri, yesung tersenyum lagi. Yuri merangkul pinggang yesung,menyandarkan kepalanya di atas pundak pria yang begitu mencintainya.
# next day#
# apartement siwon, pukul 08:15 am#
Siwon duduk di sofa, ia tengah membaca sebuah komik lucu,tawa renyah keluar begitu saja dari mulutnya.” Hahaha..bodoh! haha..” tawa siwon makin membesar.
Ting..tong...
Suara bel pintu menghentika aktivitasnya, ia menoleh ke arah pintu,berjalan kesana kemudian membuka pintu. Siwon membulatkan matanya ketika melihat seorang gadis cantik berdiri di depan pintu.
“ada apa?!” tanya siwon,dingin. Yoona mengedarkan pandangan ke ruangan kosong didepannya,kemudian masuk tanpa permisi kepada sang pemilik ruangan itu. Sementara siwon melongo melihat sikap kurang ajar  yoona.
“yoona, jangan masuk seenaknya ke apartementku.!” Seru siwon sebal, ia menarik lengan yoona dan membawanya ke pintu depan.
“oppa, sakit! Jangan kasar begitu. Setidaknya biarkan aku masuk dan minum teh dulu, aku ini tamu.” Balas yoona tak kalah sebalnya terhadap siwon, ia berjalan melewati siwon yang tercengang mendengar ucapannya barusan. Yoona tak peduli,ia memilih duduk di sofa menghadap TV, sementara siwon menghela napas berat  dan pasrah.
“ baiklah,terserah padamu.” Kata siwon ikut duduk di sebelah yoona
“oppa, aku mau teh apel.” Pinta yoona manja.siwon berdecak sebal.
“tak ada. Aku tak pernah membelinya lagi, yang ada hanya susu coklat. Itu pun milik my only girl is CHOI YURI.” Jawab siwon menekan kalimat pada bagian kata CHOI YURI.yang berhasil membuat yoona mendelik kesal.
“ ya sudah, kalau begitu teh biasa saja.” Pinta yoona dongkol, siwon beranjak menuju dapur.
Beberpa menit kemudian, siwon datang membawa segelas teh untuk yoona. Ia meletakan gelas itu di atas meja tepat di depan yoona.
“ oppa, yuri tidak kemari?”
“tidak. Kenapa?” jawab siwon cuek
“ aish... oppa~ah, apa kau membenciku? Bukankah oppa sudah memaafkan aku?” tanya yoona lagi, siwon tampak tersenyum namun tidak tulus.
“ senyum palsu!” celetuk yoona, siwon diam tanpa ekspresi.
“ oppa~ah, coba kau  pikirkan lagi, aku masih sangat mencintaimu.”  Ujar yoona sembari mendekatkan diri kepada siwon
“ begitukah? Tapi aku sudah memiliki yuri. Dia sangat berarti.” Jawab siwon membuat yoona menunduk lesu.
“ baiklah, aku mengerti.” Kata yoona seraya berdiri, ia berbalik hendak pergi namun tiba- tiba siwon menahan lengannya, memutar tubuh gadis itu hingga berbalik lagi ke arahnya, yoona kaget
“ maafkan aku, aku tak bisa kembali dan tak bisa jadi apa yang  kau inginkan, ku harap kau bisa mengerti dan mau menerima semuanya.” Tutur siwon lembut, yoona mengangguk  pelan sembari tersenyum tipis, ia memeluk siwon dan siwon pun membalasnya.
Tiba – tiba...
Seseorang membuka pintu, ia shock melihat kedua orang yang sedang berpelukan di depannya,siwon menyadari keberdaan orang yang datang itu segera saja ia menjauhkan diri dari yoona, sementara yoona tersentak kaget dan bingung.
“ yuri~” seru siwon mengejar yuri yang sudah lebih dulu berlari keluar ruangan,sementara yoona masih mematung atas kejadian tadi.
“ yuri, dengar dulu. Aku bisa menjelaskan semuanya, kau harus dengar alasan dan penjelasanku.” Kata siwon yang terus berjalan di samping yuri, namun sepertinya yuri tak peduli , ia terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun ke arah siwon.
“ yuri!” kini siwon berhasil menghentikan langkah yuri dengan menyergah lengan yuri.
“ aku tau, aku salah, tapi kau harus dengar dulu penjelasan dariku. Aku tadi...”
“memeluk yoona! Apa kau masih ingat apa yang kau katakan padaku kemarin?! Kau masih ingtkan?!” balas yuri, siwon terdiam.
“ sebaiknya kita akhiri sampai disini, kau kembali saja kepada gadis itu, aku rasa dia masih sangat membutuhkanmu.” Seru  yuri sembari berbalik pergi menjauhi siwon yang masih mematung, memandangi punggung gadis yang sangat ia cintai hingga menghilang di tikungan.
Next day#
“ maaf kyu, aku tak bisa pergi. Aku tak ingin pergi kemana pun.”kata yuri,kyuhyun menoleh ke arahnya, mengerutkan kulit keningnya, heran.” Kenapa? Donghae melarangmu? Biar aku yang langsung bicara dengannya, dasar lee donghae!” seru kyuhyun meraih ponselnya.yuri segera menahan tangan kyuhyun.  Kyuhyun menatap yuri, ia semakin merasa heran dengan sikap yuri.
“ kenapa? Apa kau sakit?” tanya kyuhyun cemas, yuri menggeleng.
“ lalu kenapa? Ada apa denganmu?” tanya kyuhyun lagi.
“kyu, maafkan aku. Aku sungguh minta maaf, tak seharusnya aku melakukan ini semua,  tak seharusnya kita menjalani hubungan ini.” Kata yuri dengan tiba- tiba, membuat kyuhyun kebingungan untuk mencerna semua  kata- katanya.
“ aku tahu aku salah, maafkan aku.”
“ apa? Aku tak mengerti maksudmu. Ada apa ini?!” tanya kyuhyun semakin bingung.
“ kau pria yang baik, tapi aku bukan gadis yang baik untukmu, jadi kita akhiri semuanya, maaf  kyu.” Yuri berbalik membelakangi kyuhyun dan melangkah pergi menjauh dari kyuhyun, kyuhyun berlari kecil mengejar yuri, meraih lengan yuri lalu menariknya.
 “ kau harus jelaskan dulu apa maksudmu? Sebenarnya ada apa denganmu?” kyuhyun menatap gadis yang amat ia cintai, sementara yuri memalingkan pandangannya.
“ aku tak mengerti apa salahku, dan apa maksudmu dengan kau gadis yang tidak baik untukku?” tanya kyuhyun lagi.
“ aku, aku memang menyukaimu, menyayangimu tapi maaf aku tak ingin kehilangan pria yang begitu baik dan tulus padaku, maaf kyu.” Jawab yuri
“pria mana? Apa aku tak tulus? Aku begitu tulus padamu yuri.” Balas kyuhyun
“ kyu, maafkan aku, aku harus pergi sekarang. Terima kasih untuk semuanya.” Balas yuri  sembari mencoba melepaskan lengannya dari kyuhyun, tapi kyuhyun enggan melepaskan yuri begitu saja.
“kyu, tolong lepaskan aku.” Pinta yuri
“ tidak, aku tak akan membiarkan kau pergi bersama pria itu, aku mencintaimu yuri,” balas kyuhyun.
Drrtttt... drtttt....
Ponsel kyuhyun bergetar,sebuah panggilan masuk memaksa kyuhyun untuk menjawab  panggilan itu.
” Halo..ada apa? Tidak, batalkan saja. Apa?! Baiklah.” Yuri diam dan menatap kyuhyun.
” Kau harus profesional kyu, tapi maaf aku tak bisa menemanimu sebagai orang yang  kau anggap kekasih lagi. Kita berteman saja.”
“ baiklah, aku mengalah, tapi jika pria itu membuat kesalahan yang membuatmu menderita karena dia, aku tak akan membiarkan dia hidup tenang.” Kata kyuhyun, yuri tersenyum lalu memeluk kyuhyun sebagai ucapan terima kasih.
Next day#
Yuri memasuki sebuah ruangan megah milik pria yang begitu ia cintai dan mengharuskan yuri memutuskan hubungannya dengan kyuhyun dan siwon,ia melangkah mendekati meja kerja kosong.
“yesung oppa, kemana dia? Kenapa rumah ini begitu sepi?” gumam yuri pelan.
“yesung oppa... kau dimana?” yuri mencari pria itu, mengarahkan pandangannya ke segala penjuru ruangan.
“yesung oppa. Kau ada dimana? Kau tak rindu padaku?!” pekik yuri sembari keluar dari rumah yesung.
“kau mencari yesung hyung?” tanya seorang pria yg keluar dari rumah sebelah,yuri mengangguk.” Kau tahu dia ada kemana?” tanya yuri
“ kemarin dia pamitan akan pergi ke jepang, menjenguk ayahnya yang sakit, sekitar 2 jam yang lalu dia sudah meninggalkan rumah ini.” Tutur pria itu, yuri tersentak kaget, perasaan takut menjalar ke seluruh hatinya,ia takut  yesung tak akan kembali lagi k korea.
“ benarkah? Kapan dia akan kembali lagi?”
“yesung hyung bilang, dia tak akan kembali kemari.”
“ lalu... rumah ini?”
“ sepupunya kim jaejoong yang akan menempati rumah ini.”
Mendengar  jawaban pria itu, tubuh yuri melemas dan air mata mengalir begitu saja membuat pria itu panik.
“anda kenapa?!”
“tidak.terima kasih.” Seru yuri berlari menuju mobil dan melajukan mobilnya ke bandara incheon.” Tolong jangan pergi oppa, aku tak mau kau tinggalkan, aku akan berubah hikss..hikss...” gumam yuri di sela tangisannya.
# bandara incheon#
Yuri memarkirkan mobilnya di sembarang tempat, ia tak peduli dengan orang – orang yang memaki kesal terhadapnya. Dalam pikirannya sekarang adalah yesung, bagaimana menemukan yesung, memintanya untuk tak pergi dari hidupnya. Yuri berlari sembari menangis mencari yesung di tengah keramaian orang yang berlalu lalang disana.
“ yesung oppa! Oppa!” teriak yuri frustasi.” Oppa~, tolong jangan pergi,” kata yuri yang lelah berteriak memanggil yesung, ia menunduk lesu.
15 menit kemudian,
Yuri sedang duduk di lantai sembari menyandarkan tubuhnya ke dinding. Tiba – tiba seorang pria mendekati yuri,pria itu mensejajarkan tubuhya dengan yuri.
“hei, kau sedang apa?” suara itu membuat yuri mendongak seketika dan menatap pria yang sedang berada di depannya. Yuri membulatkan matanya, kemudian memeluk sang pria dengan erat sembari menangis.
“oppa, jangan pergi, aku ikut bersamamu.aku ...” kata yuri di tengah isak tangisnya, yesung membalas pelukan itu sembari mengelus punggung yuri dengan lembut.
“ sudah jangan menangis lagi, kau jadi terlihat jelek” goda yesung membuat yuri melepaskan pelukannya kemudian memukul bahu yesung dengan geram, yesung meringis kecil disertai tawa kecil.
“ oppa! Kau yang membuat aku seperti ini, kenapa pergi tanpa pamitan padaku?! Kenapa kau ingin meninggalkan aku, huh?! kau jahat! Sangat jahat!” balas yuri dengan kesal, yesung tersenyum lembut pada yuri.
“ kenapa kau tersenyum sepert itu?! Dasar jelek!” bohong yuri  membalas yesung karena berani menggodanya tadi.
“ och, begitukah? Berarti aku pria jelek yang tak berarti. Lalu kenapa my black pearl  ini menangis huh?!” lagi – lagi yesung menggoda yuri dan berhasil membuat gadis itu malu sendiri.
“oppa, aku serius!” balas yuri
“ aku juga serius.” Kata yesung
“terserahlah.” Yuri membelakangi yesung, membuat yesung merasa gemas dengan sikap manja yuri. Yesung berjalan ke depan mengadap yuri, meraih tangan yuri.
“ aku pergi karena ayahku sedang sakit dan harus di operasi, aku harus berada di samping ayahku terus untuk menyemangatinya. Aku sayang ayahku. Ku harap kau mengerti.” Tutur yesung meyakinkan yuri sekaligus meminta pengertian dari gadis itu.
“oppa, iya aku mengerti,tapi setidaknya kau kabari aku, apa kau tak tahu huh?! Aku ketakutan setengah mati. “ jawab yuri, yesung tersenyum lagi
“ tapi.. bagaimana rencana kau ke paris bersama kyuhyun? Bukankah kemarin kau harusnya ada di paris bersama pemuda tampan itu?! Kau bertengkar dengannya?” tanya yesung, yuri menggeleng.
“ ada apa?”
“oppa,aku sudah tak ada hubungan lagi degan kedua pria itu, aku hanya milikmu. Aku janji tidak akan mengulangi hal bodoh yang bisa mmbuatmu jauh dariku.” Ujar yuri menatap yesung, dari tatapannya yesung tahu bahwa gadis itu bersungguh sungguh. Yesung memeluk yuri dengan erat.
“ terima kasih yuri. Aku pun tak akan berbuat hal bodoh yang bisa membuat kau menjauh dariku.” Balas yesung berbisik di telinga yuri.

The end

Written by : khifdatul hidayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar